Kam. Sep 24th, 2026

Berau

Edi Oloan Pasaribu: PAN Bangun Relawan sebagai Mitra Strategis, Perluas Manfaat Program hingga Pelosok Berau

BERAU, Bajopos.com | Partai Amanat Nasional (PAN) terus memperkuat kedekatannya dengan masyarakat melalui pembentukan relawan yang diposisikan sebagai mitra strategis dalam mendistribusikan berbagai program kepada masyarakat hingga ke pelosok daerah.

Hal tersebut disampaikan Edi Oloan Pasaribu, S.T., M.M., dalam kegiatan PAN yang berlangsung di Hotel Cantika, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Minggu (30/8/2026).

Edi mengatakan, pembentukan relawan bukan semata-mata untuk menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, relawan dibangun sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus memastikan berbagai program dapat tersampaikan secara tepat sasaran.

“Spirit yang kami bangun adalah membangun relawan sebagai mitra strategis dalam mendistribusikan program-program yang melekat kepada saya sebagai anggota DPR RI,” ujar Edi.

Ia menjelaskan, salah satu program yang menjadi perhatiannya adalah Program Indonesia Pintar (PIP). Dengan jumlah penerima yang mencapai ratusan ribu, dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu membantu memastikan program tersebut dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.

Menurut Edi, tantangan utama dalam pelaksanaan program pemerintah bukan hanya bagaimana program tersebut tersedia, tetapi bagaimana manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Isu yang paling utama adalah pemerataan, makanya keadilan. Kalau kita ingin sampai ke pelosok-pelosok, kampung-kampung yang tidak tersentuh selama ini, kita membutuhkan relawan,” katanya.

Edi menegaskan, keberadaan relawan juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan atau trust masyarakat terhadap PAN. Ia ingin politik tidak hanya hadir pada saat momentum pemilu, tetapi mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.

“Relawan ini tidak hanya berbicara tentang persiapan 2029. Kami membangun trust, kepercayaan dulu. Bagaimana politik itu membantu rakyat dan memberikan dampak yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap, kerja nyata tersebut dapat membuat masyarakat melihat bahwa PAN hadir dan benar-benar menyentuh kebutuhan mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menyampaikan komitmennya untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang hadir, khususnya dari kalangan relawan. Komitmen tersebut menurutnya merupakan bagian dari perhatian terhadap sektor pendidikan.

Edi menilai pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan. Selain pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan, perluasan akses pendidikan dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Saya tidak hanya janji-janji. Dalam tahun berjalan ini kami akan memberikan beasiswa sampai ratusan ribu penerima,” tegasnya.

Kabupaten Berau disebut menjadi kabupaten terakhir dari rangkaian kunjungan ke 10 kabupaten/kota. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan program agar dapat dirasakan masyarakat di daerah.

Edi juga menekankan bahwa berbagai program yang dijalankan tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, program harus tepat sasaran, memberikan manfaat nyata, serta memiliki keberlanjutan.

“Program ini harus tepat sasaran dan betul-betul bermanfaat. Perjuangan mereka yang menerima juga akan berkelanjutan, setiap tahun, bahkan sampai anaknya kuliah,” pungkas Edi.

Reporter : Andhy

Di Berau Lama Tak Turun Hujan, Ruang Spiritual Menjadi Solusi Pemerintah dan Warga

BERAU, Bajopos.com | Ketika tanah mulai mengering dan panas semakin menyengat, manusia biasanya mencari jalan untuk bertahan. Tetapi, ketika ikhtiar manusia berhadapan dengan sesuatu yang berada di luar kuasanya, hanya ada satu hal yang bisa dilakukan: menengadah dan memohon.

Itulah yang terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Minggu, 30 Agustus 2026.

Di tengah kemarau panjang yang belum juga berakhir,  tak hanya masyarakat, Pemerintah Kabupaten Berau, TNI, Polri pun membersamai masyarakat menggelar Shalat Istisqa memohon hujan di Lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb.

Mereka datang membawa satu harapan yang sama: semoga langit kembali menurunkan air hujan.

Pemandangan ini menarik. Sebab keyakinan terhadap hubungan manusia dengan alam selama ini tidak hanya hidup dalam cerita, tradisi dan kebiasaan masyarakat.

Dalam situasi tertentu, pemerintah pun turut mengambil bagian dalam ruang spiritual yang diyakini masyarakat sebagai bentuk ikhtiar.

Tampak, berbagai para jemaah sholat hari itu dalam suasana kekhusyuan, melaksanakan sholat memohon turun hujan.

Bukan karena pemerintah tidak memiliki cara lain. Bukan pula karena persoalan kemarau dapat diselesaikan hanya dengan doa.

Tetapi, ada kesadaran bahwa menghadapi alam membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan dan perhitungan manusia. Ada ikhtiar yang harus dilakukan, ada lingkungan yang harus dijaga, dan ada doa yang dipanjatkan.

Kemarau panjang di Kabupaten Berau bukan persoalan sederhana. Minimnya curah hujan dan cuaca panas membuat kebutuhan air masyarakat semakin penting untuk diperhatikan.

Pada saat yang sama, lingkungan yang kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, Shalat Istisqa hari itu seolah menjadi dua pesan sekaligus. Pertama, manusia memohon agar hujan diturunkan. Kedua, manusia diingatkan untuk tidak menjadi penyebab bencana yang lebih besar.

Pemerintah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Sebab, tidak cukup hanya memohon hujan apabila manusia sendiri abai menjaga lingkungan. Doa meminta hujan, sementara tangan tetap harus menjaga bumi. Disitulah makna kebersamaan menjadi penting.

Masyarakat memiliki keyakinan dan cara sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Pemerintah memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk mengambil kebijakan.

Namun, ketika kemarau datang dan ancaman kebakaran membayangi, keduanya bertemu dalam satu kepentingan: menjaga kehidupan.

Lapangan GOR Pemuda akhirnya menjadi saksi bagaimana manusia menghadapi kemarau bukan hanya dengan rasa cemas, tetapi juga dengan harapan. Mereka menengadah kepada langit.

Sementara, bumi dibawah kaki mereka menunggu setetes demi setetes air yang selama ini menjadi sumber kehidupan.

Termasuk Amalan Sunnah

Hujan adalah sebuah peristiwa presipitasi  berwujud cairan yang jatuh ke permukaan bumi. Peristiwa hujan merupakan sesuatu yang tidak asing lagi didengar oleh banyak orang.

Allah SWT berfirman :

(14) وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا
”Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah.” (QS. An Naba’ [78] : 14)

Hujan salah satu kekuasaan Allah SWT, Yang Maha Kuasa dan mengatur seluruh alam semesta ini. Hujan juga nikmat dari Allah yang patut untuk disyukuri. Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk bersyukur dengan membaca do’a di bawah ini;

اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً
“Allahumma shoyyiban naafi’aa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].”

Adapun, 3 Amalan Sunnah Ketika Turun Hujan sebagai berikut;

1. Memanjatkan Do’a
Dalam sebuah hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَ تَحْتَ المَطَرِ
“Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.”

2. Janganlah Mencela Hujan!
Setiap orang mengetahui bahwasanya hujan merupakan nikmat dari Allah SWT. Namun sangat disayangkan, ketika hujan turun ia merasa aktivitasnya terganggu, muncullah kata-kata celaan “Yaa Allah, kenapa hujan segala sih!”.

Mencela merupakan salah satu yang dilarang oleh Rasulullah SAW, termasuk mencela ketika hujan turun dengan alasan apapun.

3. Dianjurkan Berwudhu Dengan Air Hujan
Rasulullah SAW ketika melihat hujan yang mengalir deras bersabda,

اُخْرُجُوا بِنَا إلَى هَذَا الَّذِي جَعَلَهُ اللَّهُ طَهُورًا ، فَنَتَطَهَّرَمِنْهُ وَنَحْمَدَ اللّهَ عَلَيْهِ
Artinya : “Keluarlah bersama kami menuju air yang Allah jadikan sebagai alat untuk bersuci” Lalu kami semua bersuci menggunakan air tersebut dan memuji nikmat Allah.

Entah kapan hujan akan turun. Tetapi pesan dari Shalat Istisqa hari itu jelas: manusia boleh memiliki teknologi, kebijakan dan segala macam cara untuk menghadapi alam, tetapi tetap harus menyadari bahwa ada kekuatan yang jauh lebih besar daripada kemampuan manusia.

Dan ketika langit belum juga turunkan hujan, manusia memilih untuk terlebih dahulu meneteskan air mata dalam doa.

Reporter : Andi

Anggota DPRD Berau Gideon Andris Imbau Masyarakat Waspadai Karhutla

BERAU, Bajopos.com | Anggota DPRD Kabupaten Berau, Gideon Andris, SE., M.AP., mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau, Kamis, 27 Agustus 2026

Gideon mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan. Terlebih, kondisi cuaca yang kering dapat meningkatkan risiko api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kebakaran kepada pihak terkait.

“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan mari kita lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” imbaunya.

Menurut Gideon, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, aparat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap masyarakat Kabupaten Berau dapat meningkatkan kepedulian dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Mari kita jaga hutan dan lahan kita. Jangan sampai kelalaian hari ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan kerusakan lingkungan di kemudian hari,” pungkasnya.

Reporter : Andi

Semarak Kemerdekaan, Demokrat Berau Gelar Lomba Rakyat di Rinding

BERAU, Bajopos.com | Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, DPC Partai Demokrat Kabupaten Berau menggelar Lomba Rakyat di kawasan Rinding, Kabupaten Berau, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Beragam perlombaan rakyat digelar sebagai bentuk partisipasi Partai Demokrat dalam memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Berau, H. Syamsul Ma’aruf, S.Ag., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum untuk membangun kebersamaan dan semangat gotong royong.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat dapat bersama-sama merasakan semarak kemerdekaan. Yang paling penting adalah kebersamaan dan rasa persatuan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan Lomba Rakyat juga menjadi bentuk kepedulian Partai Demokrat untuk terus hadir dan berinteraksi langsung bersama masyarakat.

Suasana penuh kegembiraan nampak disepanjang kegiatan. Masyarakat antusias mengikuti perlombaan dan memberikan dukungan kepada para peserta.

DPC Partai Demokrat Berau berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui perlombaan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

Reporter : Andi