SIKKA, Bajopos.com | Semangat berbagi di momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali ditunjukkan LazisMu Uhamka dengan menyalurkan satu ekor hewan kurban kepada lembaga pendidikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale melalui Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof).
Hewan kurban tersebut disembelih usai pelaksanaan Sholat Idul Adha, Rabu (27/5/2026), di halaman MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Penyembelihan dilakukan setelah panitia yang dikoordinir Ustadz Haris menyelesaikan pemotongan lima ekor sapi kurban di halaman Masjid An-Nur Nangahale.
Satu ekor sapi bantuan LazisMu Uhamka itu secara khusus diperuntukkan bagi para pelajar di MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale yang saat ini memiliki 130 siswa aktif.
Program kurban LazisMu tersebut menjadi bagian dari komitmen tahunan untuk menjangkau sekolah-sekolah Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia, terutama wilayah pelosok.
Kepala Madrasah MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale, Yasir, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian LazisMu terhadap para siswa di sekolah yang dipimpinnya.
“Bantuan hewan kurban ini tentu sangat berarti bagi anak-anak kami dan masyarakat sekitar. Ini menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap pendidikan Muhammadiyah di daerah,” ujarnya.
Selain proses penyembelihan, kegiatan tersebut juga mendapat pengawasan kesehatan hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.
Siswa SMK Negeri Talibura jurusan Kesehatan Hewan, Paulinus Vieri Naen, yang ikut melakukan pemeriksaan menjelaskan bahwa tim melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem terhadap hewan kurban.
“Pemeriksaan antemortem dilakukan untuk memastikan hewan layak dipotong, apakah sakit atau tidak. Sedangkan postmortem dilakukan pada organ-organ seperti ginjal, paru-paru, hati, jantung dan limpa,” jelasnya.
Sementara itu, Petugas Pengawas Hewan Kurban Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, drh. Yosephina Leto Lapilia, mengatakan pihaknya memastikan seluruh proses penyembelihan memenuhi standar kesehatan hewan dan keamanan pangan.
“Kami memastikan hewan kurban yang disembelih sesuai prinsip kesejahteraan hewan dan daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal,” katanya kepada wartawan.
Ia menjelaskan pemeriksaan antemortem telah dilakukan sejak Selasa (26/5/2026) sore terhadap seluruh hewan kurban di wilayah Desa Nangahale dan sekitarnya.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan layak dipotong,” ujarnya.
Menurut Yosephina, pemeriksaan meliputi suhu tubuh hewan, kondisi fisik mulai dari mata, hidung, kulit, hingga pemeriksaan luka dan umur hewan.
“Untuk hewan kurban sapi, rata-rata harus berumur di atas dua tahun dengan bobot sekitar 200 hingga 300 kilogram,” jelasnya.
Ia juga memastikan seluruh sapi kurban yang dipotong berasal dari wilayah Kecamatan Talibura dan tidak didatangkan dari luar daerah.
Dalam kesempatan itu, Yosephina turut mengapresiasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) di sejumlah lokasi penyembelihan, khususnya di Masjid An-Nur Nangahale yang dinilai telah memiliki fasilitas cukup baik.
“Di Masjid An-Nur sudah ada kandang jepit, tempat penampungan darah, serta pemisahan lokasi pemotongan, pencincangan, dan pengepakan daging sehingga pengolahan limbah lebih baik dan higienis,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan sterilisasi petugas yang menangani daging kurban.
“Petugas yang memotong harus steril, tidak memakai sandal dan tidak boleh merokok saat menangani daging,” tegasnya.
Kegiatan pemotongan dan pembagian hewan kurban tersebut turut dihadiri Ketua PCM Talibura, Tajudin Obawala, S.Pd., M.Pd, bersama unsur pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Reporter : Faidin

