Rab. Jun 10th, 2026

Banjir Rob

Banjir Rob Rendam Desa Permaan, Air Laut Masuk hingga ke Dalam Rumah Warga

SIKKA, BAJOPOS.COM – Desa Permaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kembali dilanda banjir rob akibat tingginya permukaan air laut. Peristiwa ini terpantau terjadi pada Senin, 23 Maret 2026.

Warga setempat mengungkapkan bahwa kenaikan air laut sudah berlangsung selama tiga hari terakhir, sejak Sabtu lalu. Namun, kondisi terparah baru dirasakan dalam beberapa hari ini.

“Sejak hari Lebaran (Sabtu, 21 Maret, red) air sudah naik, tapi tidak terlalu tinggi. Sekarang air tinggi sekali,” ujar salah seorang warga.

Pantauan di lokasi menunjukkan air laut tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga telah masuk ke permukiman warga. Sejumlah rumah bahkan terendam hingga ke bagian dapur dan seluruh ruang dalam rumah.

Meski kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan, suasana berbeda justru terlihat di kalangan anak-anak.

Mereka memanfaatkan genangan air sebagai tempat bermain, berenang, hingga saling kejar-kejaran di jalanan yang terendam, menghadirkan keceriaan di tengah situasi banjir.

Di sisi lain, tanggul penahan ombak yang dibangun di pesisir pantai tampak tidak mampu menahan luapan air laut.

Ketinggian air yang meningkat akibat faktor musim menyebabkan air melampaui tanggul tersebut.

Warga mengaku kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Banjir rob disebut menjadi fenomena musiman yang semakin parah dari waktu ke waktu, seiring meningkatnya permukaan air laut.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk penanganan jangka panjang, guna mencegah dampak yang lebih besar terhadap permukiman warga di wilayah pesisir.

Reporter : Faidin

Air Laut Naik ke Badan Jalan Darat Pantai, Jalan Terendam Akses Warga Terganggu

SIKKA, BAJOPOS.COM – Fenomena air laut naik kembali terjadi di Desa Darat Pantai, Dusun Wairuwa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (22/03/2026) siang.

Air laut terlihat menggenangi badan jalan utama yang biasa dilalui warga, meskipun di sepanjang sisi jalan ditumbuhi tanaman mangrove yang berjejer.

Kondisi genangan air laut yang diperkirakan mencapai 1 kilo meter ini sempat terekam dalam video warga dan viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, air laut tampak meluap hingga ke jalan, mengganggu aktivitas pengguna kendaraan, khususnya pengendara sepeda motor.

Seorang warga yang melintas dan enggan disebutkan namanya mengaku kesal dengan kondisi tersebut. Ia khawatir air asin yang menggenangi jalan dapat merusak kendaraan.

“Ini kasihan, air laut masuk di jalan di Darat Pantai, motor karat semua yang lewat. Kasihan,” ujarnya dalam video yang beredar.

Menurutnya, kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan tersebut, mengingat jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, upaya konfirmasi telah dilakukan media ini kepada Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari daerah pemilihan (Dapil) III yang meliputi wilayah salah satunya Desa Darat Pantai, Fransiskus Parera, yang akrab disapa Pang. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi.

Kiriman pesan WhatsApp konfirmasi media ini tampak centang dua warna biru.

Fenomena naiknya air laut ini diduga berkaitan dengan pasang tinggi serta kondisi geografis wilayah pesisir. Meski terdapat mangrove yang berfungsi sebagai penahan abrasi, kenyataannya belum mampu sepenuhnya mencegah air laut masuk ke badan jalan.

Warga berharap adanya langkah konkret, seperti pembangunan tanggul atau penanganan pesisir secara berkelanjutan, guna menghindari kerusakan infrastruktur dan dampak lebih luas terhadap aktivitas masyarakat.

Reporter : Faidin