Jum. Mei 1st, 2026

Maret 2026

Warga Aesesa Serbu Pasar Murah Polres Nagekeo di Pasar Danga

NAGEKEO, BAJOPOS.COM – Warga Kelurahan Danga, kecamatan Aesesa, Nagekeo menyerbu Gerakan Pasar Murah yang di buka oleh Polres Nagekeo pada Jumad, 13/3/2026 pagi.

Kegiatan yang dipimpin Kasat Binmas Yanche Dhai itu digelar upaya mempermudah masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga yang relatif murah di tengah tekanan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Binmas Polres Nagekeo, Yanche Dhai kepada media mengatakan bahwa gerakan pasar murah tersebut merupakan agenda rutin yang terus dilakukan Polres Nagekeo.

Dijelaskan, bahwa selain menjaga stabilitas harga bahan pokok, demikian juga bertujuan membantu mengatasi persoalan tekanan ekonomi di tengah masyarakat.

“Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat, terutama dalam menjaga stabiitas harga dan memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan beras dengan harga yang lebih murah,” terang Yanche.

Ditegaskan bahwa gerakan pasar murah pula bagian dari komitmen Polri dalam mengantisipasi rawan pangan di tengah masyarakat, sehingga dikatakan harga tersebut tentu dapat di jangkau oleh masyarakat kecil.

Adapun sejumlah bahan pokok yang dijual dengan kisaran harga sebagai berikut; beras ukuran 5 kilogram dijual Rp58.000 per karung, sementara minyak goreng merek ‘Minyak Kita’ ukuran 1 liter dijual seharga Rp15.000 dan ukuran 2 liter dijual Rp30.000. Dimana harga demikian disebut lebih rendah dari harga pasar.

Harga tersebutpun kata Yanche telah disesuaikan dengan daya beli masyarakat, sehingga program ini benar-benar menyasar warga yang membutuhkan.

“Harapannya kegiatan ini bisa membantu masyarakat kecil agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Pasar murah yang digelarpun mendapat antusias warga. Pantauan media, sejak pagi banyak masyarakat datang ke lokasi pasar murah untuk berbelanja bahan pokok yang menjadi keperluan mereka.

Jurnalis : Yosafat R. Dhae
Editor : Redaksi

Kapolres Nagekeo Turun ke Jalan, Bagikan 300 Paket Takjil untuk Warga Aesesa Nagekeo

NAGEKEO, BAJOPOS.COM – Suasana sore di depan Polsek Aesesa, Kamis (12/3/2026), tampak berbeda. Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., bersama istri dan jajaran Polres Nagekeo turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 Wita ini dilakukan menjelang waktu berbuka puasa. Sore itu tampak Kapolres bersama anggota kepolisian dan Ibu Bhayangkari membagikan 300 paket takjil kepada pengendara maupun warga yang melintas di ruas jalan depan Polsek Aesesa.

Takjil yang dibagikan diantaranya berupa minuman es buah segar untuk membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa saat berbuka.

Kapolres Nagekeo, Rachmat Muchamad Salihi bersama Ibu Bhayangkari dan jajaran turun langsung ke jalanan berbagi takjil.

Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi mengatakan kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat sekaligus momentum mempererat hubungan silaturahmi di bulan suci Ramadan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu juga untuk mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut membangun kebersamaan dan kepedulian sosial.

Menariknya, pembagian takjil tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga yang berpuasa, tetapi juga diberikan kepada siapa saja yang melintas di depan Polsek Aesesa sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian.

Kegiatan berlangsung lancar dan disambut antusias oleh warga sekitar, terutama yang melintas. Kegiatan pembagian ratusan paket takjil pun disambut antusias warga sekitar, tak sedikit dari warga yang menerima paket takjil mengaku senang sore itu.

Saat menerima takjil pantauan media ini warga merasa senang, terima kasih dari masyarakat mewarnai kegiatan berbagi sore itu.

Jurnalis : Yosafat Robertus Dhae
Editor : Redaksi

Dugaan Penipuan Berkedok Jadi Agen Minyak Tanah Viral di FPRS, Warga Minta Kembalikan Uang

SIKKA, BAJOPOS.COM – Keluhan dugaan penipuan yang diunggah seorang warga di grup Facebook Forum Peduli Rakyat Sikka (FPRS) menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Postingan tersebut memicu ratusan komentar dari warganet yang sebagian mengaku pernah menjadi korban orang yang sama.

Akun Facebook Cii Mell dalam unggahannya mengaku orang tuanya didatangi seorang pria yang memperkenalkan diri bernama Riko.

Pria tersebut disebut menawarkan kerja sama menjadi agen minyak, namun hingga kini barang yang dijanjikan tidak pernah diantar.

Dalam unggahan yang di posting di grup tersebut, pemilik akun menuliskan keluhannya dan meminta agar pria yang disebut bernama Riko mengembalikan uang yang telah diambil.

“Selamat pagi, ada yang kenal orang ini? Mengaku namanya Riko. Datang tipu orang tua saya dengan angan-angan jadi agen minyak. Sampai hari ini tidak antar juga. Telepon tidak aktif. Tolong suruh dia kasih kembali uang yang dia bawa,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu mendapat perhatian luas dari anggota grup. Hingga saat berita ini ditulis, postingan tersebut telah memperoleh sekitar 340 tanda suka dan 289 komentar dari warganet.

Sejumlah pengguna Facebook turut memberikan tanggapan di kolom komentar. Beberapa di antaranya bahkan mengaku mengenal sosok yang disebut dalam unggahan tersebut.

Akun Epifania Lodan menuliskan bahwa orang yang dimaksud memiliki kebiasaan menipu.
“Orang tukang tipu,” tulisnya singkat.

Sementara itu, Moh Jaka berkomentar dengan nada sindiran.
“Pemain lama, si CEO Pertamina,” tulisnya.

Komentar lain datang dari Iyann Semy yang menyebut orang tersebut sebenarnya bernama Erik.

“Orang ini tukang tipu, kalau dapat dia kasih pelajaran. Erik namanya,” tulisnya.

Selain itu, pengguna Chonk Ichonk menilai kasus tersebut belum ditangani aparat karena belum ada laporan resmi.
“Polisi tidak berani tangkap dan hukum dia, padahal korbannya banyak. Mungkin tidak ada yang berani melapor,” tulisnya.

Komentar tersebut kemudian mendapat balasan dari akun Zhull Amal Nur Pv yang menjelaskan bahwa proses hukum membutuhkan laporan dan bukti dari korban.

“Bukan tidak berani. Polisi punya SOP. Harus ada yang melaporkan, harus ada bukti dan kerugian korban. Anda berani tidak melaporkan?” tulisnya.

Perdebatan di kolom komentar pun terus berlanjut. Bahkan akun Vikher Rivensoriz menanggapi komentar sebelumnya dengan menyebut adanya dugaan kedekatan pelaku dengan aparat, meski tanpa bukti yang jelas.

Menanggapi keresahan masyarakat yang ramai dibicarakan di media sosial tersebut, pihak Polres Sikka menyatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait informasi yang beredar.

Kasi Humas Polres Sikka Leonardus Tunga saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp memberikan tanggapan singkat.

“Kami cek dulu,” tulisnya.

Hingga kini belum diketahui secara pasti identitas maupun keberadaan pria yang disebut dalam unggahan tersebut.(Faidin)

Halal Bi Halal di Dulolong-Alor Jadi Upaya Rekatkan Persaudaraan

ALOR, BAJOPOS.COM – Kegiatan Halal Bi Halal yang digagas Pemuda Dulolong, Desa Dulolong, Kabupaten Alor, menjadi salah satu upaya mempererat kembali hubungan persaudaraan masyarakat setelah munculnya sejumlah perseteruan antar kelompok dan tawuran remaja di daerah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Inisiatif yang digerakkan oleh pemuda yang tergabung dalam komunitas suporter Ultras Roda FC ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi sosial yang dinilai berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Para pemuda Dulolong menilai, konflik dan gesekan yang sempat terjadi antar kelompok masyarakat tidak hanya melibatkan generasi muda, tetapi juga berdampak pada hubungan sosial di beberapa wilayah di Kabupaten Alor. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat jika tidak disikapi dengan langkah-langkah persatuan.

Karena itu, momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah dipandang sebagai waktu yang tepat untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana silaturahmi dan saling memaafkan.

“Halal Bi Halal ini kami gagas sebagai ruang mempertemukan kembali keluarga besar dan masyarakat yang mungkin sempat mengalami gesekan, agar hubungan persaudaraan dapat kembali terjalin dengan baik,” ujar perwakilan Pemuda Dulolong.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 di Desa Dulolong tersebut awalnya dirancang sebagai pertemuan keluarga besar Dulolong dan Mataru.

Namun, setelah mendapat berbagai masukan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para senior dan pemuda setempat, panitia akhirnya memperluas lingkup kegiatan.

Selain keluarga besar dari kedua wilayah tersebut, panitia juga berencana mengundang sejumlah klub sepak bola yang pernah terlibat dalam Turnamen Bupati Cup dan Gerindra Cup 2025. Bahkan, tidak menutup kemungkinan perwakilan dari beberapa kampung atau komunitas yang sebelumnya sempat terlibat konflik juga akan diundang.

Panitia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi ruang dialog dan rekonsiliasi sosial yang memperkuat kembali nilai persaudaraan di tengah masyarakat Alor.

Dalam rangka memastikan kelancaran kegiatan, perwakilan Pemuda Dulolong juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Pada Rabu (11/3/2026), panitia mendatangi ruang kerja Kapolres Alor untuk memohon dukungan serta membangun sinergi demi terselenggaranya kegiatan secara aman dan tertib.

Selain itu, komunikasi juga telah dilakukan dengan Bupati Alor, Ketua DPRD Kabupaten Alor, serta beberapa anggota DPRD lainnya sebagai bentuk dukungan bersama terhadap upaya menjaga persatuan masyarakat.

Meski menyadari tidak memiliki kewenangan formal dalam meredam konflik sosial, para pemuda Dulolong berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengambil peran aktif dalam menjaga kedamaian.

Melalui kegiatan Halal Bi Halal ini, panitia mengajak seluruh masyarakat Alor untuk kembali memperkuat semangat kebersamaan, meninggalkan konflik, dan membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

Jurnalis : Nursan
Editor : Redaksi

Pemuda Dulolong-Alor Inisiasi Halal Bi Halal Pasca Idul Fitri, Libatkan Komunitas Sepak Bola

ALOR, BAJOPOS.COM – Pemuda Desa Dulolong yang tergabung dalam komunitas suporter Ultras Roda FC menggagas kegiatan Halal Bihalal pasca Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai upaya mempererat persatuan masyarakat di Kabupaten Alor.

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif murni dari para pemuda Dulolong yang melihat besarnya peran sepak bola dalam menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan suku maupun agama.

Selama ini, klub Roda FC dikenal sebagai salah satu pionir gerakan persatuan melalui olahraga sepak bola di Alor. Hal itu terlihat dalam berbagai turnamen besar, seperti Bupati Cup dan Gerindra Cup tahun 2025, yang mampu mempertemukan berbagai komunitas dan mempererat hubungan antarmasyarakat.

Salah satu contoh nyata dari dampak positif tersebut adalah terjalinnya hubungan kekeluargaan yang semakin erat antara masyarakat Dulolong dan Mataru, termasuk berbagai rumpun keluarga yang memiliki keterkaitan dengan kedua wilayah tersebut.

Namun di tengah dampak positif olahraga tersebut, para pemuda Dulolong juga mencermati munculnya gejolak sosial berupa tawuran antar remaja di sejumlah wilayah di Kabupaten Alor dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dinilai berpotensi merusak nilai persatuan serta mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat.

Karena itu, melalui momentum Idul Fitri tahun ini, para pemuda Dulolong berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Halal Bi Halal sebagai wadah silaturahmi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat.

“Kegiatan ini kami gagas sebagai ruang untuk memperkuat kembali hubungan kekeluargaan, sekaligus menjadi tempat saling mengenal bagi generasi muda agar tetap menjaga persaudaraan,” ungkap perwakilan Pemuda Dulolong.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana “mengisi ulang” semangat persatuan dan kasih sayang antar masyarakat, khususnya bagi generasi muda di Alor.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk jajaran kepolisian.

Pada Rabu (11/3/2026), perwakilan Pemuda Dulolong bertemu Kapolres Alor di ruang kerjanya untuk memohon dukungan serta membangun sinergi demi suksesnya kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 di Desa Dulolong.

Selain itu, panitia juga telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pemangku kepentingan di daerah, seperti Bupati Alor, Ketua DPRD Kabupaten Alor, serta beberapa anggota DPRD lainnya.

Pada awalnya, kegiatan Halal Bihalal tersebut hanya direncanakan untuk mempertemukan keluarga besar Dulolong dan Mataru. Namun setelah mendapat masukan dari para tokoh masyarakat, tokoh agama, para senior, serta pemuda setempat, panitia akhirnya memperluas undangan.

Panitia berencana mengundang sejumlah klub sepak bola yang pernah terlibat dalam turnamen Bupati Cup dan Gerindra Cup. Tidak menutup kemungkinan, perwakilan dari beberapa kampung atau komunitas yang sempat terlibat konflik juga akan diundang sebagai bagian dari upaya mempererat kembali hubungan persaudaraan.

Para pemuda Dulolong menyadari bahwa mereka tidak memiliki kewenangan formal untuk meredam konflik yang terjadi. Namun melalui kegiatan ini, mereka ingin menunjukkan sikap aktif dalam mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali memperkuat persatuan dan hidup berdampingan secara damai.

“Kami berharap momentum silaturahmi ini bisa menjadi pengingat bahwa persaudaraan jauh lebih penting daripada konflik,” ujar panitia.

Jurnalis : Nursan

Editor : Redaksi

Ramadan: Antara Ritual Kesucian dan Tragedi Ekologi

Oleh: Ikbal Tehuayo (Pemerhati dari Makassar) 

RAMADHAN adalah bulan suci, namun sering kali kesucian itu gagal tecermin dalam perilaku kita. Alih-alih menjadi momen pembersihan jiwa, Ramadhan seolah menjelma menjadi bulan penumpukan sampah.

Kesucian yang seharusnya menjadi inti ibadah, kini tampak ternoda oleh ketidakpedulian kita terhadap lingkungan.

Sejatinya, kesadaran lingkungan harus berjalan selaras dengan nilai-nilai spiritual. Jika suci berarti bersih, dan kebersihan adalah sebagian dari iman, maka mengabaikan kelestarian alam adalah bentuk pengingkaran terhadap nilai iman itu sendiri.

Minimnya empati terhadap bumi membuat Ramadhan seakan kehilangan esensinya sebagai bulan yang menyucikan.

Gunungan botol plastik, hamparan kantong belanja, serta sisa makanan yang terbuang sia-sia akibat konsumsi yang tak terkontrol kini menjadi wajah buruk di balik megahnya perayaan. Kita seolah gagal menerjemahkan nilai-nilai langit ke dalam tindakan di atas bumi.

Penting untuk kita sadari bahwa menjaga alam adalah bentuk ketaatan tertinggi kepada Tuhan.

Sehingga, puasa bukan sekadar perkara menahan lapar dan haus di tenggorokan, melainkan menahan diri dari syahwat konsumsi yang membebani bumi.

Ramadhan seharusnya menjadi energi penggerak bagi pikiran dan tindakan kita untuk mulai “berpuasa” dari perilaku merusak.

Jangan biarkan bulan yang suci ini justru menambah beban derita planet kita. Mari jadikan setiap sujud kita sejalan dengan upaya menjaga rumah besar yang dititipkan Tuhan ini.

Ketua MUI Sikka Ingatkan Nilai Empati di Bulan Ramadhan Saat Buka Puasa Bersama BRI Maumere

SIKKA, BAJOPOS.COM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sikka, Muhammad Iksan Wahab, mengingatkan pentingnya membangun empati, solidaritas, dan kasih sayang antar sesama dalam momentum bulan suci Ramadhan.

Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan tausiah pada kegiatan buka puasa bersama yang digelar Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Maumere bersama pekerja dan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI), Rabu (11/3/2026).

Menurut Iksan Wahab, Ramadhan bukan sekadar menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi setiap orang untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan sosial dengan sesama manusia.

“Tuhan Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Pengampun. Ia selalu menerima hamba-Nya yang ingin memperbaiki diri. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga hubungan baik dengan sesama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perselisihan antarindividu dapat menjauhkan seseorang dari rahmat Tuhan. Oleh sebab itu, setiap orang dianjurkan untuk selalu berprasangka baik serta menumbuhkan empati dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja.

Iksan Wahab juga mengajak seluruh karyawan di lingkungan BRI Cabang Maumere untuk menjadikan ibadah sebagai sarana membangun kesadaran batin, bukan sekadar menjalankan kewajiban.

“Puasa mengajarkan nilai pengendalian diri. Seseorang menahan lapar dan dahaga selama satu hari penuh sebagai bentuk latihan spiritual sekaligus kedisiplinan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kedisiplinan dalam ibadah, seperti menjaga waktu berbuka puasa, menjalankan puasa, serta melaksanakan sholat tepat waktu, dapat membentuk karakter yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir tausiahnya, ia mengingatkan pentingnya sikap bersyukur dan menahan amarah selama menjalani ibadah puasa. Menurutnya, kemarahan dapat menghilangkan nilai kesabaran yang selama ini dilatih melalui ibadah di bulan Ramadhan.

Kepala BRI Cabang Maumere, I Nyoman Slamet Destrawan memberikan sambutan saat acara buka puasa bersama Pekerja dan IWABRI, Rabu, 11 Maret 2026.

Sementara itu, Kepala BRI Cabang Maumere, I Nyoman Slamet Destrawan, mengatakan kegiatan buka puasa bersama menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan di lingkungan kerja.

Ia menilai bulan Ramadhan mengajarkan setiap orang untuk meningkatkan pengendalian diri sekaligus memperkuat sikap toleransi antar umat beragama.

“Saya melihat tingkat toleransi di NTT tidak jauh berbeda dengan di tempat asal saya di Bali. Sama-sama saling menghargai meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda,” ujarnya.

Moment kebersamaan saat acara buka puasa bersama Pekerja dan IWABRI.

Menurut Destrawan, semangat saling menghargai tersebut diharapkan terus terjaga di lingkungan kerja BRI Cabang Maumere sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis dan solid.

Kegiatan buka puasa bersama itu berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan serta diharapkan semakin memperkuat kekompakan tim sekaligus mempererat tali persaudaraan di antara seluruh karyawan.(Mm)

Meneladani Rasulullah SAW di Penghujung Ramadhan: Jejak Ibadah Nabi dan Hikmah Menurut Para Ulama

Ketika bulan Ramadhan memasuki hari-hari terakhir, suasana spiritual umat Islam biasanya semakin terasa. Masjid-masjid mulai dipenuhi jamaah yang ingin meraih keberkahan sebelum bulan suci berakhir. Dalam sejarah Islam, momentum ini memiliki makna yang sangat mendalam karena Rasulullah SAW menjadikan sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagai puncak ibadahnya.

Bagi Nabi Muhammad SAW, akhir Ramadhan bukanlah waktu untuk mengendurkan semangat ibadah. Sebaliknya, saat itulah beliau meningkatkan kesungguhan dalam beribadah, memperbanyak sholat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta melakukan i’tikaf di masjid.

Tradisi tersebut kemudian menjadi teladan yang diwariskan kepada umat Islam hingga hari ini.

Kesungguhan Rasulullah pada Sepuluh Malam Terakhir

Istri Rasulullah, Aisyah, meriwayatkan bagaimana kebiasaan Nabi ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Ia berkata:

“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam ibadah dan mengencangkan ikat pinggangnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi salah satu rujukan penting para ulama dalam menjelaskan keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Menurut ulama hadits terkenal, Ibnu Hajar Al-Asqalani, ungkapan “mengencangkan ikat pinggang” merupakan kiasan yang menunjukkan kesungguhan Rasulullah dalam meningkatkan ibadah serta menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat mengurangi fokus spiritual.

I’tikaf: Ibadah yang Selalu Dilakukan Rasulullah

Salah satu amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah pada akhir Ramadhan adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan tujuan memperbanyak ibadah kepada Allah.

Aisyah RA meriwayatkan:

“Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat.”
(HR. Bukhari)

Menurut penjelasan ulama besar mazhab Syafi’i, Imam Nawawi, i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan termasuk sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan karena dilakukan secara konsisten oleh Rasulullah.

Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa tujuan utama i’tikaf adalah membersihkan hati dari kesibukan dunia dan memfokuskan diri sepenuhnya kepada ibadah.

Lailatul Qadar: Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Kesungguhan Rasulullah dalam beribadah pada akhir Ramadhan berkaitan erat dengan pencarian Lailatul Qadar, malam yang sangat mulia dalam Islam.

Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.”
(QS. Al-Qadr: 1–5)

Menurut penafsiran ulama tafsir terkenal, Al-Qurtubi, keutamaan malam tersebut menunjukkan betapa besar rahmat Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW. Satu malam ibadah dapat bernilai lebih dari delapan puluh tahun.

Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar

Tanggal pasti Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an maupun hadits. Rasulullah hanya memberikan petunjuk bahwa malam tersebut berada pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Rasulullah bersabda:

“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.”
(HR. Bukhari)

Menurut pandangan ulama besar, Ibnu Taimiyah, hikmah dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar adalah agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam saja, tetapi bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam di akhir Ramadhan.

Doa yang Dianjurkan Rasulullah

Dalam sebuah riwayat, Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah tentang doa yang sebaiknya dibaca ketika seseorang bertemu dengan malam Lailatul Qadar.

Rasulullah menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Menurut penjelasan Ibnu Hajar, doa ini menunjukkan bahwa inti dari malam Lailatul Qadar adalah memohon ampunan kepada Allah.

Kedermawanan Rasulullah di Bulan Ramadhan

Selain memperbanyak ibadah malam, Rasulullah juga dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan, terutama pada bulan Ramadhan.

Sahabat Nabi, Ibnu Abbas, meriwayatkan:

“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari)

Kedermawanan Rasulullah terlihat dari kebiasaannya membantu kaum fakir miskin, memberi makan orang yang berpuasa, serta memperbanyak sedekah.

Ramadhan sebagai Momentum Perubahan

Kisah kehidupan Rasulullah SAW pada penghujung Ramadhan memberikan pelajaran penting bagi umat Islam. Ketika sebagian orang mulai merasa lelah menjalani puasa, Rasulullah justru meningkatkan kesungguhan dalam ibadahnya.

Teladan tersebut mengajarkan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, serta mendekatkan hati kepada Allah.

Dengan meneladani Rasulullah—menghidupkan malam, memperbanyak sedekah, melakukan i’tikaf, dan mencari Lailatul Qadar—umat Islam diharapkan dapat menutup Ramadhan dengan amal terbaik.

Sebab tidak ada yang mengetahui apakah seseorang masih akan bertemu dengan Ramadhan berikutnya.(Redaksi) 

Menjemput Ramadhan yang Makbul: Pesan Qultum Ustadz Haris di Masjid An-Nur

SIKKA, Bajopos.com – Memasuki sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan, umat Muslim diajak untuk semakin memperbanyak amal dan memohon agar seluruh ibadah diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Pesan itu disampaikan oleh Ustadz Haris dalam kuliah tujuh menit (qultum) usai Sholat Isya menjelang Sholat Tarawih di Masjid An-Nur Nangahale, Selasa (10/3/2026) malam.

Ustadz Haris yang merupakan alumni Pondok Pesantren Dakwah Darul Muhlasin, Kerincing, Payaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengawali ceramahnya dengan mengingatkan jamaah bahwa Ramadhan kini telah memasuki fase sepuluh malam terakhir.

Menurutnya, momen tersebut harus disyukuri karena tidak semua orang diberi kesempatan untuk sampai pada penghujung Ramadhan.

“Sebentar lagi Ramadhan akan pergi meninggalkan kita. Maka yang pertama harus kita lakukan adalah bersyukur kepada Allah atas nikmat yang sangat mulia ini, yaitu nikmat amal,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan bahwa amal kebaikan merupakan satu-satunya bekal yang akan menemani manusia setelah meninggal dunia. Harta benda, kendaraan, bahkan kekayaan dunia tidak akan ikut masuk ke dalam kubur.

“Motor tidak masuk kubur, duit tidak masuk kubur, pulsa juga tidak masuk kubur. Yang masuk kubur hanyalah amal,” kata Ustadz Haris.

Karena itu, ia mengajak jamaah untuk mensyukuri kesempatan beramal selama Ramadhan dan memohon agar seluruh ibadah diterima oleh Allah.

Harapan Amal yang Makbul

Dalam ceramahnya, Ustadz Haris juga menjelaskan makna diterimanya amal oleh Allah. Ia menyinggung istilah mabrur bagi orang yang menunaikan ibadah haji dan makbul bagi amal lainnya.

Keduanya, menurut dia, memiliki makna yang sama, yaitu amal yang diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ia mengutip doa yang sering dibaca dalam Sholat Tarawih yang memohon agar umat Muslim termasuk golongan orang yang beruntung dan amalnya diterima.

“Ya Allah jadikanlah kami di bulan Ramadhan ini termasuk orang-orang yang beruntung, yang amalnya diterima oleh-Mu,” ujarnya mengutip doa tersebut.

Ia juga mengingatkan agar umat Muslim tidak termasuk golongan orang yang amalnya tertolak.

“Tanda amal yang diterima adalah dimudahkannya seseorang melakukan amal berikutnya,” katanya.

Ia mencontohkan, ketika seseorang mampu menjaga Sholat Dzuhur dengan baik, maka Allah akan memudahkan ia menunaikan Sholat Ashar, kemudian Maghrib, dan seterusnya.

Perubahan Setelah Ramadhan

Ustadz Haris juga menegaskan bahwa tanda diterimanya Ramadhan adalah adanya perubahan dalam diri seseorang setelah bulan suci tersebut berakhir.

Ia memberikan analogi bagi orang yang pulang dari ibadah haji. Jika hajinya mabrur, maka akan terlihat perubahan perilaku setelah kembali ke tanah air.

“Kalau tidak ada perubahan, itu bukan haji mabrur, tapi mabur, terbang saja,” ujarnya disambut senyum jamaah.

Hal yang sama, lanjutnya, juga berlaku bagi Ramadhan. Bila ibadah Ramadhan diterima, maka seseorang akan menjadi pribadi yang lebih baik setelahnya.

Ia mengutip nasihat ulama yang mengingatkan agar umat Islam menjadi hamba yang robbani, yaitu hamba yang berorientasi kepada Allah dalam setiap amalnya, bukan hanya menjadi hamba “Ramadhani” yang semangat beribadah hanya selama bulan Ramadhan.

“Jangan sampai setelah Ramadhan selesai, semangat ibadah juga hilang,” katanya.

Pentingnya Menjaga Lisan

Dalam qultumnya, Ustadz Haris juga mengingatkan jamaah untuk menjaga lisan selama bulan Ramadhan. Menurutnya, ucapan manusia memiliki dampak besar, apalagi ketika di bulan Ramadhan doa-doa lebih mudah dikabulkan.

Ia menjelaskan bahwa para malaikat diperintahkan untuk mengamini doa orang-orang yang berdoa di bulan Ramadhan. Karena itu, kata-kata yang keluar dari mulut harus dijaga.

“Jangan sampai mulut kita mengeluarkan kata-kata kotor, memaki, atau mengutuk orang lain,” katanya.

Ia bahkan menyinggung kebiasaan sebagian orang tua yang marah kepada anak dengan kata-kata kasar. Menurutnya, hal tersebut sebaiknya diganti dengan doa yang baik.

Untuk memperjelas pesan tersebut, ia menceritakan kisah masa kecil Imam Masjidil Haram, Syekh Abdurrahman As-Sudais.

Menurutnya, ketika kecil, As-Sudais dikenal sebagai anak yang sulit diatur. Namun sang ibu tidak memarahinya dengan kata-kata kasar.

Sebaliknya, ibunya justru mendoakan agar kelak ia menjadi imam di masjid besar. Doa itu kemudian benar-benar terwujud ketika As-Sudais menjadi imam di Masjidil Haram.

“Semoga para orang tua bisa meneladani hal itu, mengganti kemarahan dengan doa yang baik untuk anak-anaknya,” ujar Ustadz Haris.

Doa di Penghujung Ramadhan

Menutup qultumnya, Ustadz Haris mengajak jamaah untuk memperbanyak doa di sisa Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.

Ia menekankan bahwa setiap Muslim perlu memohon secara pribadi kepada Allah agar seluruh ibadah Ramadhan diterima.

“Jangan hanya berharap dari doa imam ketika Tarawih. Kita masing-masing juga harus memohon kepada Allah agar Ramadhan kita diterima,” katanya.

Ia berharap Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang makbul dan membawa perubahan kebaikan bagi setiap Muslim.

“Semoga Allah menerima Ramadhan kita tahun ini dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan berikutnya,” ujarnya menutup ceramah.(Faidin)

Prodi AdminKes Perkuat Posisi UNIMOF di Bidang Pendidikan Kesehatan di NTT

SIKKA, Bajopos.com – Capaian Akreditasi Unggul yang diraih Program Studi Sarjana Administrasi Kesehatan (AdminKes) di Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi kampus tersebut sebagai salah satu pusat pendidikan kesehatan di Kabupaten Sikka dan wilayah Nusa Tenggara Timur.

Status akreditasi tertinggi tersebut diberikan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor 0114/LAM-PTKes/Akr/Sar/II/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 28 Februari 2026.

Dengan capaian ini, Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere dinilai telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi kesehatan secara komprehensif, meliputi tata kelola program studi, kualitas dosen, kurikulum, hingga dukungan sarana prasarana pembelajaran.

Ketua LAM-PTKes, Usman Chatib Warsa, dalam keputusan tersebut menetapkan bahwa program studi tersebut berstatus Terakreditasi Unggul dengan masa berlaku selama tiga tahun.

Predikat unggul merupakan pengakuan bahwa program studi memiliki kualitas akademik yang sangat baik serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang manajemen dan administrasi layanan kesehatan.

Capaian ini juga menjadi momentum bagi Universitas Muhammadiyah Maumere untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan, khususnya dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu mengelola sistem pelayanan kesehatan secara efektif dan modern.

Selain memberikan status akreditasi, rapat pleno Komite Akreditasi LAM-PTKes juga menyampaikan sejumlah rekomendasi penguatan kelembagaan, antara lain peningkatan sumber daya keuangan melalui pengembangan wirausaha, peningkatan partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan, serta penguatan kapasitas dosen melalui kepemilikan sertifikasi dosen.

Dengan akreditasi unggul tersebut, Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere diharapkan semakin menarik minat calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang manajemen layanan kesehatan, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.(Faidin)

Program Studi Adminkes UNIMOF Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

SIKKA, Bajopos.com – Program Studi Sarjana Administrasi Kesehatan (Adminkes) pada Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) resmi meraih status Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 0114/LAM-PTKes/Akr/Sar/II/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 28 Februari 2026.

Data yang dihimpun Bajopos.com bahwa status akreditasi tersebut diberikan setelah melalui proses evaluasi komprehensif oleh tim asesor LAM-PTKes yang menilai berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari tata kelola program studi, kualitas dosen, kurikulum, hingga capaian pembelajaran mahasiswa.

Ketua LAM-PTKes, Usman Chatib Warsa, dalam keputusan yang ditandatangani menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere dinyatakan Terakreditasi Unggul. Status ini berlaku selama tiga tahun, dengan tetap mempertimbangkan pemenuhan standar mutu pendidikan tinggi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Penetapan akreditasi unggul ini sekaligus menggantikan status akreditasi sebelumnya dan menjadi indikator pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan di program studi tersebut.

Akreditasi unggul merupakan predikat tertinggi dalam sistem akreditasi program studi kesehatan di Indonesia. Predikat ini menunjukkan bahwa program studi memiliki standar mutu pendidikan yang sangat baik, baik dari sisi pengelolaan akademik, kompetensi tenaga pengajar, sarana prasarana, hingga kontribusi dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat.

Dengan capaian tersebut, Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere yang berada di Kabupatendiharapkan semakin memperkuat perannya dalam mencetak lulusan yang kompeten di bidang manajemen dan administrasi layanan kesehatan, khususnya untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di sektor kesehatan di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Indonesia pada umumnya.

Dalam rekomendasi rapat pleno Komite Akreditasi LAM-PTKes, program studi juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan institusi, antara lain dengan memperkuat sumber daya keuangan melalui pengembangan wirausaha, meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan, serta mendorong pengembangan dosen untuk memperoleh sertifikasi dosen.

Pencapaian akreditasi unggul ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi civitas akademika Universitas Muhammadiyah Maumere untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi calon mahasiswa yang berminat menempuh pendidikan di bidang administrasi dan manajemen kesehatan, capaian akreditasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere memiliki standar mutu yang diakui secara nasional.(Faidin) 

Keluarga Noni Dorong Polisi Terapkan Pasal Pembunuhan Berencana

SIKKA, Bajopos.com – Keluarga korban pembunuhan remaja putri berinisial STN alias Noni (14), siswi SMPK Mater Boni Consili (MBC) Ohe, mendesak penyidik Polres Sikka untuk menerapkan pasal pembunuhan berencana terhadap para tersangka dalam kasus yang mengguncang publik di Kabupaten Sikka tersebut.

Permintaan itu disampaikan keluarga melalui tim kuasa hukum dari Orinbao Law Office setelah mencermati perkembangan penyelidikan serta kronologi peristiwa yang menimpa korban di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang.

Kuasa hukum keluarga korban, Rudolfus P Mba Nggala, menilai sejumlah fakta yang muncul dalam proses penyidikan mengindikasikan kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam pembunuhan tersebut.

“Dengan memperhatikan kronologi peristiwa, kondisi korban, serta sejumlah fakta yang berkembang, kami memandang perkara ini patut didalami secara lebih serius sebagai dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak yang berujung pada pembunuhan, dengan kemungkinan penerapan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 459 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana,” kata Rudolfus P. Mba Nggala atau yang kerap disapa Ryo Nggala dalam konferensi pers, Senin (9/3/2026).

Menurut Ryo Nggala, dugaan tersebut diperkuat oleh fakta bahwa tersangka utama berinisial FRG (16) sempat menghubungi korban sebanyak dua kali sebelum kejadian.

Selain itu, pembunuhan diduga dilakukan dengan tenang dan diikuti upaya penyembunyian mayat dengan melibatkan pihak lain.

Seperti diketahui, polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini. Selain FRG sebagai pelaku utama, dua anggota keluarganya juga turut dijerat hukum, yakni ayah pelaku berinisial SG (44) dan kakeknya VS (57) yang diduga terlibat dalam proses penyembunyian jenazah korban.

Noni diduga dibunuh pada malam 20 Februari 2026. Namun, jasad korban baru ditemukan tiga hari kemudian, pada 23 Februari 2026.

Selain mendorong penerapan pasal pembunuhan berencana, pihak keluarga juga meminta penyidik memeriksa seluruh anggota keluarga tersangka yang berada di rumah saat dugaan peristiwa tersebut terjadi.

Menurut Ryo Nggala, langkah itu penting untuk memastikan apakah terdapat pihak lain yang mengetahui, membantu, atau bahkan terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Dalam konteks hukum pidana nasional, setiap orang yang dengan sengaja membantu, menyembunyikan pelaku, atau menghilangkan barang bukti dapat dimintai pertanggungjawaban pidana sesuai ketentuan Pasal 282 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023,” ujarnya.

Tim kuasa hukum juga meminta penyidik mendalami kemungkinan adanya tindakan yang dapat dikategorikan sebagai perintangan proses penegakan hukum atau obstruction of justice, seperti tidak melaporkan tindak pidana, menyembunyikan pelaku, maupun menghilangkan barang bukti.

Untuk memperjelas konstruksi perkara, keluarga korban juga mendorong agar rekonstruksi kejadian dilakukan langsung di tempat kejadian perkara (TKP).

Kuasa hukum lainnya, Viktor Nekur, mengatakan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi TKP sangat penting agar penyidik dapat melihat secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.

“Jika dengan berbagai pertimbangan rekonstruksi tidak dilakukan di TKP, maka polisi harus terlebih dahulu melihat lokasi tersebut secara detail,” kata Viktor.

Selain itu, keluarga korban juga meminta Polres Sikka menggelar perkara secara profesional, objektif, dan akuntabel guna menguji seluruh konstruksi kasus, termasuk kemungkinan pengembangan pasal maupun penambahan tersangka jika ditemukan bukti baru.

Pihak keluarga mengaku tetap menaruh harapan besar kepada penyidik Polres Sikka untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang.

“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses hukum ini secara objektif dan bermartabat, serta menghindari spekulasi yang tidak berdasar. Dukungan publik yang konstruktif sangat penting agar proses penegakan hukum berjalan secara adil,” lanjut Ryo Nggala.

Sementara itu, kakak korban, Eko Mulla, menyampaikan dugaan keluarga bahwa masih ada pihak lain yang kemungkinan terlibat namun belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami berharap pihak penyidik Polres Sikka dapat menyelidiki kasus ini hingga tuntas,” kata Ekho.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga saat dikonfirmasi Bajopos.com menyarankan agar wartawan langsung menemuinya dan mengunjungi Polres Sikka.

“Maksudnya Pak? Nanti kalo mau klarifikasi biar datang ke kantor Pak,” tulisnya Kasat Reskrim singkat melalui pesan WhatsApp Senin, 9/3/2026 malam. (Faidin)

Ramadan: Sinkronisasi Iman dan Imun

Oleh: Ikbal Tehuayo

Ramadan bukan sekadar bulan perbaikan iman melalui deretan ibadah ritual—mulai dari salat lima waktu, tarawih, hingga tadarus. Lebih dari itu, Ramadan sejatinya adalah momentum emas untuk memperbaiki imun.

Iman dan imun harus menjadi prioritas selaras di bulan suci ini. Sebab, tanpa imunitas yang prima, tubuh tak lagi mampu menjaga keseimbangan untuk konsisten beribadah.

Sayangnya, saat ini Ramadan sering kali hanya dipandang sebagai bulan “penunda” hawa nafsu di siang hari. Fenomena ini tampak jelas ketika waktu berbuka tiba; mayoritas masyarakat justru menghadirkan pesta pora berbagai jenis makanan. Padahal, berbuka adalah momen untuk memanen berkah, bukan ajang makan “ugal-ugalan”.

Tanpa pengetahuan dalam memilih jenis asupan saat berbuka, kita justru sedang merusak imun secara perlahan. Padahal, esensi berpuasa seharusnya berjalan beriringan dengan prinsip kesehatan.

Ilmuwan asal Jepang, Yoshinori Ohsumi, menyatakan bahwa puasa adalah pemicu alami proses autofagi—sebuah mekanisme di mana tubuh “membersihkan” komponen sel yang rusak dan menggantinya dengan yang baru, sehingga mampu mencegah berbagai penyakit degeneratif.

Namun, bagaimana mungkin proses autofagi ini berjalan optimal jika pilihan makanan saat berbuka tidak sesuai dengan yang dianjurkan?

Ramadan yang seharusnya menjadi bulan regenerasi sistem kekebalan tubuh, kini malah bergeser menjadi bulan “lomba makan” tanpa henti.

Minimnya literasi serta kurangnya edukasi dari mimbar-mimbar ceramah terkait menjaga imunitas, membuat masyarakat kita terjebak pada pandangan sempit: bahwa bulan suci ini hanyalah sekadar menahan lapar dan haus lalu membayarnya dengan makan yang berlebihan saat berbuka.

KM Tanjung Harapan 3 Tenggelam di Selat Larantuka, Dua Kru Berhasil Dievakuasi

FLORES TIMUR, Bajopos.com – Sebuah kapal motor penyeberangan KM Tanjung Harapan 3 dilaporkan tenggelam di perairan Selat Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (9/3/2026) pagi.

Insiden tersebut bermula setelah kapal dihantam gelombang besar saat berlayar meninggalkan Dermaga Pelni Larantuka. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.45 Wita, ketika cuaca di perairan Larantuka dilaporkan memburuk disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

Berdasarkan laporan personel Marnit Polairud Flores Timur yang diterima Bajopos.com, kapal dengan ukuran GT 34 itu sebelumnya tengah sandar di Dermaga Pelni Larantuka.

Sekitar pukul 08.10 Wita, angin kencang dan gelombang besar mulai menghantam kawasan dermaga sehingga sejumlah kapal penyeberangan yang sedang sandar berupaya mencari tempat perlindungan.

Dilaporkan, KM Tanjung Harapan 3 kemudian meninggalkan dermaga dan berlayar menuju Pelabuhan Tobilota di Pulau Adonara. Saat kejadian, kapal tersebut belum sempat mengangkut penumpang dan hanya membawa dua unit sepeda motor milik kru kapal.

Namun sekitar pukul 08.45 Wita, kapal tersebut dihantam gelombang besar yang menyebabkan air masuk ke dalam dek kapal hingga akhirnya tenggelam.

Kejadian itu sempat terlihat oleh kru KP Pulau Timor 3016 yang sedang berada di perairan sekitar lokasi. Melalui pengamatan menggunakan teropong dari atas kapal patroli tersebut, kru melihat kondisi darurat yang dialami KM Tanjung Harapan 3.

Ditpolairud Marnit Flotim melakukan evakuasi terhadap korban tenggelamnya KM Tanjung Harapan 3 ke Dermaga Tabilota, Larantuka. 

Personel Dit Polairud Polda NTT melalui Marnit Flores Timur kemudian bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).

Dalam operasi tersebut, personel Polairud berhasil menyelamatkan dua orang kru kapal yang berada di atas kapal saat kejadian. Keduanya kemudian dievakuasi dalam keadaan selamat dan dibawa ke Dermaga Tobilota, Larantuka, tepatnya di Kantor Syahbandar setempat.

Adapun identitas kru kapal tersebut yakni Kornelis Kopong (54) yang merupakan nahkoda kapal, warga Kelurahan Pante Besar, Flores Timur.

Sementara itu Eman Hayon (24) merupakan anak buah kapal (ABK) yang berasal dari Desa Tobilota, Kecamatan Wotan Ulumado, Flores Timur.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena kapal belum sempat mengangkut penumpang saat kejadian.

Operasi evakuasi melibatkan sejumlah unsur kapal patroli dari Direktorat Polisi Air dan Udara (Dit Polairud) Polda NTT, di antaranya KP Pulau Timor 3016, KP Pulau Ndana 3004, KP Pulau Batek 3003, dan KP 2004.

Kegiatan pengamanan dan pemantauan operasi tersebut berada dalam lingkup kerja Dit Polairud Polda NTT yang dipimpin Direktur Polairud Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, S.I.K., M.H.

Sementara itu, di lapangan proses pemantauan dan evakuasi turut didukung personel KP Pulau Timor 3016 yang dikomandoi Bripka Safrudin S. Marweki bersama kru lainnya.

Dalam proses penyelamatan, petugas menggunakan Ship Tender 01 milik KP Pulau Timor 3016 serta kapal patroli KP Pulau Ndana 3004.

Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta. Pihak Polairud hingga kini masih melakukan pendataan serta penyusunan laporan resmi terkait peristiwa tenggelamnya kapal penyeberangan tersebut.

Jurnalis : Faidin
Sumber : Dit Polairud Marnit Flotim

Hilla; Bulan Ramadhan Momentum Menjaga Sholat dan Perbanyak Istigfar

SIKKA, Bajopos.com – Bulan Suci Ramadhan merupakan momentum terbaik bagi umat manusia dalam menjaga sholat dan memperbanyak beristigfar.

Demikian disampaikan Hilla, santri asal Pondok Al-Muttaqin Kerincing, Magelang dalam kuliah tujuh menit (Qultum) di Masjid An-Nur Nangahale pada Sabtu malam (7/3/2026) usai Sholat Isya.

Dalam ceramah singkatnya di hadapan jamaah, Hilla mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperbanyak ibadah dan memperbaiki kualitas keimanan.

Ia membuka kultum dengan mengajak jamaah bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk kembali bertemu dengan Ramadhan, bulan yang dikenal sebagai bulan rahmat, ampunan, dan keberkahan.

Menurutnya, dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam disebutkan bahwa antara satu Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya dapat menjadi penghapus dosa seorang hamba selama ia menjauhi dosa-dosa besar.

Hilla kemudian menyinggung salah satu bentuk dosa besar yang sering diabaikan, yakni meninggalkan Sholat. Padahal Sholat merupakan kewajiban utama yang diperintahkan langsung oleh Allah kepada setiap muslim.

Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, Sholat memiliki kedudukan yang sangat penting karena menjadi amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.

“Apabila Sholat seseorang baik, maka baik pula seluruh amalnya. Namun jika Sholatnya rusak, maka rusak pula amal-amal lainnya,” ujar Hilla dalam ceramahnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan jamaah tentang besarnya keutamaan ibadah di bulan Ramadhan. Menurutnya, Allah melipatgandakan pahala setiap amal kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya pada bulan tersebut.

Amalan sunnah di bulan Ramadhan, kata dia, dapat bernilai seperti amalan wajib di bulan lainnya. Sementara amalan wajib akan dilipatgandakan pahalanya berkali-kali lipat oleh Allah.

Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, termasuk dengan menjaga Sholat berjamaah di masjid yang memiliki keutamaan hingga 27 derajat dibandingkan Sholat sendirian.

Di akhir qultumnya, Hilla juga mengajak jamaah untuk mengisi waktu di bulan Ramadhan dengan memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah dalam setiap kesempatan.

Menurutnya, memperbanyak istighfar merupakan salah satu cara membersihkan diri dari dosa serta mendekatkan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan memberikan keberkahan di bulan Ramadhan ini,” tutupnya.(Faidin)

Iqra’ dan Tanggung Jawab Moral Jurnalisme

Oleh : Redaksi

Perintah pertama yang turun kepada Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an bukanlah perintah berperang, bukan pula perintah membangun kekuasaan. Wahyu pertama justru memerintahkan sesuatu yang sangat mendasar: membaca. Perintah itu tertuang dalam ayat pertama Surah Al-Alaq.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.”

Bagi dunia jurnalistik, pesan “Iqra” tidak sekadar ajakan membaca teks, tetapi juga membaca realitas. Jurnalisme pada hakikatnya adalah proses membaca kehidupan—membaca fakta, membaca peristiwa, dan membaca kepentingan yang tersembunyi di baliknya. Di sinilah jurnalisme menemukan akar moralnya.

Membaca Sebelum Menulis

Seorang jurnalis sering dikenal sebagai penulis berita. Namun sebelum menulis, tugas pertama seorang jurnalis sebenarnya adalah membaca. Ia membaca situasi sosial, membaca data, membaca kesaksian para narasumber, dan membaca konteks yang melingkupi sebuah peristiwa.

Tanpa kemampuan membaca secara jernih, berita dapat berubah menjadi sekadar opini yang tergesa-gesa. Dalam konteks inilah makna “Iqra” menjadi sangat relevan bagi profesi jurnalistik. Perintah membaca dalam Al-Qur’an mengandung pesan agar manusia tidak berbicara tanpa pengetahuan.

Pesan itu bahkan dipertegas dalam Surah Al-Hujurat ayat 6.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.”

Ayat ini seperti prinsip dasar verifikasi dalam jurnalistik modern: berita harus diperiksa sebelum disebarkan.

Jurnalisme dan Etika Kebenaran

Dalam praktiknya, jurnalisme sering berada di persimpangan antara kepentingan publik dan tekanan kekuasaan. Di sinilah nilai “Iqra” kembali mengingatkan bahwa membaca harus dilakukan “bismi rabbik”—dengan kesadaran moral kepada Tuhan.

Artinya, membaca fakta tidak boleh dipisahkan dari tanggung jawab etis.

Seorang jurnalis tidak hanya mencari informasi, tetapi juga menjaga agar informasi itu tidak menyesatkan masyarakat. Ketika fakta dipelintir atau disajikan secara tidak utuh, media tidak lagi menjadi jendela kebenaran, melainkan alat manipulasi.

Membaca Realitas, Menjaga Nurani

Perintah “Iqra” juga mengajarkan bahwa membaca bukan hanya aktivitas intelektual, tetapi juga spiritual. Membaca realitas berarti berusaha memahami penderitaan masyarakat, ketidakadilan sosial, dan suara mereka yang sering tidak terdengar.

Dalam konteks ini, jurnalisme memiliki peran yang hampir serupa dengan fungsi moral wahyu: menghadirkan terang di tengah kegelapan informasi.

Media yang setia pada nilai “Iqra” tidak hanya mengejar kecepatan berita, tetapi juga kedalaman makna. Ia tidak sekadar melaporkan apa yang terjadi, tetapi juga membantu publik memahami mengapa sesuatu terjadi.

Sehingga, peristiwa Nuzulul Qur’an pada bulan Ramadhan penting dimaknai sebagai peradaban besar yang lahir dari satu kata sederhana: membaca. Bagi dunia jurnalistik, “Iqra” adalah panggilan untuk membaca dunia dengan jujur, memverifikasi fakta dengan teliti, dan menulis berita dengan tanggung jawab moral.

Sehingga, dapat dipastikan bahwa jurnalisme yang kehilangan semangat membaca akan kehilangan kemampuannya membedakan antara kebenaran dan sekadar kabar yang berisik.

Ancaman 6 Tahun Penjara Menanti Dua Tersangka Penyesatan Proses Hukum Kasus Kematian Siswi SMP di Sikka

SIKKA, Bajopos.com – Dua pria yang diduga terlibat dalam upaya menyesatkan proses penyidikan kasus dugaan persetubuhan terhadap anak dan penganiayaan yang menewaskan siswi SMP berinisial STN di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, kini terancam hukuman maksimal enam tahun penjara.

Kepolisian Resor Sikka resmi menetapkan VS (67) dan SG (44) sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyesatan proses peradilan. Penetapan tersebut diumumkan dalam konferensi pers di ruang PPKO Polres Sikka, Kamis (5/3/2026).

Wakapolres Sikka, Kompol Marselus Yugo Amboro menjelaskan bahwa kedua tersangka dijerat dengan Pasal 278 ayat (1) huruf c dan/atau huruf d juncto Pasal 20 huruf d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Ancaman pidana terhadap perbuatan tersebut paling lama enam tahun penjara,” kata Marselus dikutip dari Tribratanewssikka.com.

Menurut dia, penetapan tersangka merupakan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Sikka setelah mengkaji berbagai alat bukti dan fakta hukum yang ditemukan selama proses penyidikan.

Kedua tersangka diketahui memiliki hubungan keluarga dengan anak pelaku utama dalam perkara dugaan persetubuhan terhadap anak dan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

VS yang berusia 67 tahun merupakan kakek dari anak pelaku utama, sementara SG (44) merupakan ayah dari anak pelaku tersebut. Keduanya sama-sama berprofesi sebagai petani.

Dalam penyidikan, polisi menemukan dugaan keterlibatan kedua tersangka dalam upaya menghilangkan jejak tindak pidana.

VS diduga membantu memindahkan jenazah korban STN ke lokasi persembunyian lain serta menyembunyikan parang yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.

Sementara SG diduga berperan mengarahkan anak pelaku utama untuk menyembunyikan barang bukti, termasuk gitar milik korban, serta memerintahkan pemindahan jenazah korban ke lokasi yang lebih jauh guna menghilangkan jejak kejadian.

Kedua tersangka ditangkap Tim Buser Polres Sikka pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 04.00 WITA di wilayah Nebe dan sekitar Kota Maumere setelah penyidik melakukan pengembangan dari perkara utama.

Setelah diamankan, keduanya langsung dibawa ke Mapolres Sikka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim.

Polisi menyebut penetapan tersangka didukung sejumlah alat bukti, di antaranya keterangan saksi, keterangan ahli hukum pidana, serta barang bukti berupa sebilah parang yang diduga digunakan dalam tindak pidana.

Saat ini kedua tersangka telah ditahan di ruang tahanan Mapolres Sikka guna kepentingan penyidikan.

Wakapolres menegaskan bahwa langkah hukum yang diambil penyidik dilakukan murni berdasarkan alat bukti dan mekanisme gelar perkara.

“Penetapan tersangka ini bukan karena tekanan pihak mana pun, tetapi murni berdasarkan proses hukum dan alat bukti yang dimiliki penyidik,” ujarnya.

Ke depan, penyidik akan melanjutkan proses hukum dengan melakukan penahanan terhadap tersangka, mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Sikka, serta menuntaskan pemberkasan perkara sebelum dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum.

Polres Sikka juga mengimbau masyarakat untuk tetap mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus yang menyita perhatian publik tersebut.(Faidin)

Polisi Tetapkan Kakek dan Ayah Pelaku sebagai Tersangka Penghilangan Barang Bukti Kasus Kematian Siswi SMP di Rubit

SIKKA, Bajopos.com – Penyidikan kasus dugaan persetubuhan dan penganiayaan berat yang menewaskan remaja berinisial STN di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, terus berkembang. Kasus ini kini memasuki babak baru terkait proses penanganannya.

Kini, kepolisian Resor Sikka memperluas jerat hukum, tidak hanya kepada pelaku utama, tetapi juga pihak yang diduga turut membantu hingga menutupi kejahatan tersebut.

Dalam konferensi pers yang digelar di Polres Sikka pada Kamis (5/3/2026) sore itu, Wakapolres Sikka, Kompol Marselus Yugo Amboro telah mengumumkan terkait penetapan dua tersangka baru dari hasil pengembangan penyidikan terkait peristiwa yang terjadi pada 23 Februari 2026 itu.

Kedua tersangka masing-masing berinisial VS (57) dan SG (44). Dalam hal ini, penyidik menilai keduanya memiliki peran dalam upaya menghilangkan jejak tindak pidana yang menewaskan korban STN, seorang gadis yang juga di sebut Noni di lingkungan tempat tinggal dan twman sekolahnya.

Menurut Marselus, VS diduga turut berperan menyembunyikan alat atau barang bukti (BB) yang digunakan dalam tindak pidana serta memindahkan jenazah korban dari lokasi awal kejadian ke lokasi lain.

“VS berperan menyembunyikan barang bukti atau alat yang digunakan dalam tindak pidana, kemudian memindahkan jenazah dari lokasi A ke lokasi B,” ungkapnya.

Sementara itu, SG diduga memberikan perintah kepada VS dan pelaku utama untuk menghilangkan barang bukti serta memindahkan jenazah korban.

“Sedangkan SG berperan menggerakkan VS dan FRG untuk menghilangkan barang bukti dan memindahkan jenazah,” lanjutnya.

Dikatakan, bahwa dari hubungan keluarga pelaku, VS diketahui merupakan kakek dari pelaku utama, sedangkan SG adalah ayah dari pelaku tersebut.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 278 ayat (1) huruf c dan/atau huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun.

Dalam penanganan kasus ini, penyidik berencana segera melimpahkan berkas perkara tahap pertama kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sikka pada Jumat (6/3/2026).

Selain itu, penyidik juga akan melakukan rekonstruksi untuk memperjelas rangkaian peristiwa yang terjadi pada 23 Februari lalu.

“Kedua tersangka saat ini sudah diamankan di Rumah Tahanan Polres Sikka setelah penetapan tersangka,” ujarnya.(Faidin)

Polres Sikka Tetapkan Dua Orang Tersangka Kasus Meninggalnya Siswi SMP di Rubit

SIKKA, Bajopos.com – Penyidik Polres Sikka akan menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian STN atau yang kerap disapa Noni (14), siswi SMP MBC Ohe, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (5/3/2026).

Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno melalui Kasie Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan pada hari ini.

“Hari ini ditetapkan dua orang tersangka dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan pemerkosaan dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian di Rubit,” kata Leonardus Tunga, Kamis pagi.

Disampaikan pula bahwa Polres Sikka akan menggelar konferensi pers terkait perkembangan kasus tersebut pada Kamis (5/3/2026) pukul 13.30 WITA.

Untuk diketahui, sebelumnya, penyidik Polres Sikka telah menetapkan seorang anak remaja yakni FRG sebagai tersangka atas kematian STN alias Noni (14), siswi SMP MBC Ohe yang ditemukan meninggal dunia di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang.

Sementara itu, SG yang merupakan ayah dari tersangka FRG sebelumnya hanya berstatus saksi. Kasus meninggalnya siswi SMP tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat dan kalangan mahasiswa di Kabupaten Sikka.

Dua organisasi mahasiswa nasional, yakni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka, sebelumnya menggelar aksi demonstrasi di Mapolres Sikka pada Rabu (4/3/2026).

Aksi yang melibatkan keluarga korban serta aktivis mahasiswa tersebut menuntut keadilan atas meninggalnya STN. Mereka juga mendesak aparat kepolisian agar menangani kasus ini secara konsisten, transparan, dan tanpa kompromi.

Para demonstran meminta kepolisian mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat dalam peristiwa tragis yang menimpa siswi SMP MBC Ohe tersebut. (Faidin)

Perkuat Iman Sejak Dini, SMP Reroroja Gelar Pesantren Ramadhan di Kampus Unimof Maumere

SIKKA, Bajopos.com – Semangat Ramadhan 1447 Hijriah terasa semakin bermakna bagi para siswa SMP Negeri Reroroja melalui kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan pada Jumat–Sabtu, 27–28 Februari 2026 bertempat di Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF).

Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan iman dan karakter yang dirancang secara intensif dan terarah. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara SMP Negeri Reroroja dan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan kemuhammadiyaan (LPPAIK) Universitas Muhammadiyah Maumere.

Sebanyak 13 siswa mengikuti Pesantren Ramadhan 1447 H dengan penuh semangat. Mengusung tema “Iman Bertumbuh, Iman Bertambah, Akhlak Makin Keren”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi dihadirkan sebagai wadah pembinaan ruhani yang menyentuh hati dan membentuk karakter generasi muda secara lebih mendalam.

Sejak pembukaan, suasana khidmat dan kebersamaan sudah terasa kuat, mencerminkan keseriusan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Acara diawali dengan pembukaan resmi yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Dalam sambutannya, Kepala LPPAIK Universitas Muhammadiyah Maumere, Ustaz Abdul Gadri Jihad, S.Sos., M.Pd., menegaskan pentingnya momentum Ramadhan sebagai sarana pembinaan iman dan karakter.

Ia mengingatkan bahwa generasi muda membutuhkan ruang pembinaan yang tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkuat fondasi spiritual dan akhlak. Ramadhan, menurutnya, adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai keislaman secara lebih intensif.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala SMP Negeri Reroroja, Nurfitriah Safrudin, M.Pd., yang mengajak para siswa untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia berharap para peserta tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlibat secara aktif dan terbuka dalam setiap sesi.

Menurutnya, pengalaman selama dua hari ini akan menjadi bekal penting dalam membentuk kebiasaan ibadah dan sikap hidup yang lebih baik di masa mendatang.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti berbagai materi keislaman yang disusun secara sistematis dan dikemas secara interaktif. Materi tersebut meliputi penguatan akidah, pembiasaan ibadah harian, tilawah Al-Qur’an, serta sesi motivasi dan refleksi diri.

Pendekatan pembelajaran tidak hanya bersifat ceramah, tetapi juga diskusi, praktik langsung, serta evaluasi bersama. Hal ini bertujuan agar siswa tidak sekadar memahami konsep, tetapi mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk memaksimalkan proses pembinaan, peserta dibagi ke dalam lima kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa dan mahasiswi Tahfidz Al-Qur’an Universitas Muhammadiyah Maumere yang bertugas membimbing praktik ibadah, hafalan, serta pembinaan akhlak secara lebih intensif dan personal.

Pendampingan dalam kelompok kecil ini membuat interaksi menjadi lebih dekat dan efektif. Para siswa dapat bertanya, berdiskusi, serta memperoleh bimbingan secara langsung sesuai kebutuhan masing-masing.

Sekretaris LPPAIK Universitas Muhammadiyah Maumere, Hardian, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan ini memiliki visi pembinaan jangka panjang.

“Pesantren Ramadhan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan ruang pembinaan ruhani yang dirancang untuk menyentuh hati dan membentuk karakter peserta didik secara mendalam. Kami berharap melalui kegiatan ini, iman para siswa benar-benar bertumbuh dengan kesadaran, bertambah dengan pemahaman, dan terwujud nyata dalam akhlak yang santun, disiplin, bertanggung jawab, serta membanggakan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ungkapnya.

Secara umum, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan dan memperkuat keimanan peserta didik serta membentuk karakter yang berakhlak mulia melalui pembinaan intensif di bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran spiritual, kedisiplinan dalam beribadah, serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, Pesantren Ramadhan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan pembinaan karakter yang berkelanjutan dan berdampak luas. Kolaborasi antara SMP Negeri Reroroja dan Universitas Muhammadiyah Maumere melalui LPPAIK diharapkan semakin diperkuat, termasuk dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa pendamping, khususnya dari program Tahfidz Al-Qur’an.

Dengan komitmen bersama, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam keimanan, matang dalam kepribadian, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan.(Redaksi)