Sel. Sep 8th, 2026

Dua Rumah Terbakar di Kampung Kasai RT 4, Warga Hadapi Kebakaran Tanpa Petugas Damkar

Kampung Kasai, 27 Agustus 2026 — Kebakaran terjadi di Kampung Kasai, RT 4, pada Kamis (27/8/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan dua unit rumah milik warga.

Menurut keterangan warga, Andi Samsuddin, kebakaran berlangsung cukup cepat sehingga warga sekitar berupaya melakukan pemadaman secara mandiri untuk mencegah api merambat ke bangunan lainnya.

Andi menyampaikan bahwa dalam kejadian tersebut petugas pemadam kebakaran (Damkar) tidak terlihat berada di lokasi saat warga membutuhkan penanganan kebakaran.

“Dua rumah terbakar. Warga berusaha memadamkan api karena petugas Damkar tidak ada di lokasi,” ujar Andi Samsuddin, warga Kampung Kasai.

Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran dan total kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam proses pendataan.

Warga berharap kejadian ini menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya terkait kesiapsiagaan dan respons petugas pemadam kebakaran agar penanganan kebakaran di wilayah kampung dapat dilakukan dengan cepat.

  • Reporter: —ANDHY

SFF Hadir di Desa Nangahale, Pulihkan Keceriaan Anak-Anak dan Beri Dukungan Psikososial Pasca Gempa

SIKKA, Bajopos.com | Suasana ceria menyelimuti anak-anak warga Dusun Namandoi, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Kamis (27/8/2026) sore.

Di tengah situasi pascagempa Flores yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026, komunitas Shoes for Flores (SFF) Maumere hadir menyapa ratusan anak untuk memberikan dukungan psikososial sekaligus menghadirkan kembali ruang bermain dan kegembiraan bagi mereka.

Desa Nangahale merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Talibura yang cukup terdampak gempa yang berpusat di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak, masih dibayangi rasa cemas dan trauma.

Kehadiran SFF pun tidak sekadar membawa bantuan, tetapi juga mengajak anak-anak sejenak melupakan suasana sulit yang mereka alami.

Sore itu, waktu diisi dengan berbagai permainan, bernyanyi dan menari. Kaka Kikan, sapaan akrab salah satu pendamping, bersama Kaka Meylinda Mukin, memandu anak-anak mengikuti setiap gerakan dan irama.

Ratusan anak tampak riang membentuk lingkaran sambil berpegangan tangan. Mereka bergerak mengikuti irama yang diberikan para pendamping.

Tawa dan sorak kegembiraan pun pecah. Anak-anak menari serentak dalam satu komando, tanpa canggung menunjukkan keceriaan mereka.

Petikan gitar kecil juga ikut menghidupkan suasana. Alunan musik dan nyanyian membuat sore di Dusun Namandoi terasa berbeda.

Untuk sesaat, wajah-wajah yang sebelumnya dibayangi ketakutan akibat gempa berubah menjadi senyum dan tawa.

Dukungan psikososial ini dinilai penting karena trauma yang dirasakan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan gempa yang baru terjadi.

Sebagian orang tua di wilayah tersebut juga masih memiliki ingatan terhadap bencana tsunami Flores 1992.

Pengalaman traumatis yang pernah dialami generasi sebelumnya menjadi bagian dari kekhawatiran yang turut dirasakan keluarga ketika gempa kembali mengguncang Flores.

Para orang tua pun tampak menemani anak-anak mereka mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi dukungan tersendiri bagi anak-anak agar dapat kembali merasa aman dan nyaman di tengah situasi pascabencana.

Selain kegiatan psikososial, SFF juga membagikan paket makanan dan minuman kepada anak-anak. Sebanyak 250 paket bantuan disiapkan khusus untuk anak-anak di Dusun Namandoi.

Paket tersebut berisi sejumlah makanan dan minuman, di antaranya; biskuit, Milo, Clevo, dan Dancow.

Sementara itu, untuk roti merupakan bantuan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Sikka yang selanjutnya di berikan kepada anak-anak melalui komunitas SFF.

Selanjutnya, tim bergerak menuju dusun Nangahale.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah dan memenuhi kebutuhan logistik.

Anak-anak juga membutuhkan perhatian, ruang bermain, pendampingan serta kesempatan untuk kembali tersenyum setelah melewati situasi yang menegangkan.

Di Dusun Namandoi, sore itu, tawa anak-anak menjadi bagian kecil dari proses pemulihan Flores—bahwa di balik luka akibat bencana, selalu ada harapan yang harus dijaga.

Reporter : Faidin

Anggota DPRD Berau Gideon Andris Imbau Masyarakat Waspadai Karhutla

BERAU, Bajopos.com | Anggota DPRD Kabupaten Berau, Gideon Andris, SE., M.AP., mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau, Kamis, 27 Agustus 2026

Gideon mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan. Terlebih, kondisi cuaca yang kering dapat meningkatkan risiko api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kebakaran kepada pihak terkait.

“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan mari kita lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” imbaunya.

Menurut Gideon, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, aparat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap masyarakat Kabupaten Berau dapat meningkatkan kepedulian dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Mari kita jaga hutan dan lahan kita. Jangan sampai kelalaian hari ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan kerusakan lingkungan di kemudian hari,” pungkasnya.

Reporter : Andi

Nakes Tetap Melayani Warga di Tengah Gempa, Fista Sambuari Kago Prihatin

SIKKA, Bajopos.com | Di tengah situasi pascagempa bumi yang masih dirasakan masyarakat, tenaga kesehatan (nakes) tetap berada di garda terdepan memberikan pelayanan dan pertolongan kepada warga terdampak.

Bahkan, dalam menjalankan tugasnya, para nakes harus tetap bekerja meski mereka sendiri turut merasakan dampak bencana.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, yang menyalurkan bantuan pascagempa kepada para tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah perbatasan Kabupaten Sikka, Rabu, 26 Agustus 2026.

Bantuan disalurkan ke dua fasilitas pelayanan kesehatan, yakni Puskesmas Tanarawa dan Puskesmas Boganatar, sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril bagi para nakes yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi pascabencana.

“Ini di dua Puskesmas, yakni Puskesmas Tanarawa dan Puskesmas Boganatar,” ujar Ny. Fista Kago.

Menurutnya, perhatian terhadap tenaga kesehatan penting diberikan karena mereka merupakan salah satu kelompok yang berada paling depan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan setelah bencana.

Di saat warga membutuhkan pemeriksaan, pengobatan maupun pelayanan kesehatan lainnya, para nakes harus tetap hadir.

Mereka dituntut mengutamakan keselamatan dan kebutuhan masyarakat, bahkan ketika kondisi pribadi dan keluarga mereka sendiri juga tidak luput dari dampak gempa.

Di satu sisi mereka adalah petugas yang harus menolong, tetapi di sisi lain mereka juga merupakan manusia yang bisa saja menjadi korban dan merasakan ketakutan yang sama seperti masyarakat lainnya.

Karena itu, Ny. Fista memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap bertahan dan setia menjalankan pelayanan di tengah situasi sulit.

“Kita ingin memberikan perhatian kepada para tenaga kesehatan yang terus bekerja dan melayani masyarakat. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan dan memberikan semangat bagi mereka,” katanya.

Kepedulian tersebut menjadi pesan bahwa dalam penanganan bencana, perhatian tidak hanya diberikan kepada masyarakat yang terdampak, tetapi juga kepada para petugas yang setiap hari berada di garis depan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

Para tenaga kesehatan tidak hanya memberikan obat dan pelayanan medis. Mereka juga menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan rasa aman, pendampingan dan pertolongan ketika kondisi belum sepenuhnya pulih.

Pengabdian para nakes di tengah bencana pun menjadi pengingat bahwa di balik setiap pelayanan yang diterima masyarakat, ada para petugas yang sering kali harus mengesampingkan rasa takut dan kepentingan pribadi demi menjalankan tanggung jawab kemanusiaan.

Pemerintah Kabupaten Sikka bersama unsur terkait terus mendorong agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal selama masa pemulihan pascagempa, sekaligus memberikan perhatian kepada para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat terdampak.

Reporter : Faidin

Astra Group Peduli Wartawan yang Tetap Bekerja di Tengah Bencana

SIKKA, Bajopos.com | Di tengah bencana gempa bumi yang mengguncang Flores, ada satu kelompok yang kerap luput dari perhatian: para pewarta atau wartawan.

Mereka berada di tengah masyarakat ketika bencana terjadi. Mereka mendatangi lokasi kerusakan, posko pengungsian, rumah-rumah warga terdampak, hingga tempat-tempat yang sulit dijangkau untuk memastikan kondisi masyarakat diketahui publik.

Namun, di balik kamera, mikrofon, buku catatan dan telepon genggam yang digunakan untuk bekerja, para pewarta juga memiliki rumah, keluarga dan kehidupan yang tidak luput dari dampak gempa.

Dengan kata lain, wartawan yang memberitakan korban bencana tidak selalu berada di luar lingkaran korban. Mereka pun bisa menjadi korban yang tetap bekerja.

Pihak ASTRA Group, Vonny Francis menyerahkan paket bantuan kepada Anggota Aliansi Wartawan Sikka (AWAS Sikka).

Karena itu, kepedulian Astra Group terhadap para pewarta terdampak gempa di Kabupaten Sikka patut mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih.

Melalui program Nurani Astra Berbagi (Astra SOS), Astra Group menyalurkan bantuan paket sembako kepada 30 jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Rabu (26/8/2026).

Bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi wartawan yang sedang berada dalam situasi sulit akibat bencana, perhatian itu memiliki makna yang jauh lebih besar.

Bukan semata-mata tentang isi paket bantuan, tetapi tentang pesan kemanusiaan yang menyertainya: bahwa mereka yang selama ini bekerja menyampaikan suara masyarakat juga tidak dilupakan ketika mereka sendiri membutuhkan perhatian.

Wartawan Adalah Mitra Astra

Fasilitator Desa Sejahtera Astra Group, Vonny Francis, mengatakan wartawan merupakan mitra Astra, terutama dalam menyampaikan berbagai program perusahaan kepada masyarakat.

“Astra Group menyadari bahwa wartawan itu adalah mitra kami dalam memublikasikan program-program yang Astra Group persembahkan untuk negeri ini melalui program Desa Sejahtera Astra,” ujar Vonny.

Menurutnya, peran wartawan tidak berhenti pada publikasi. Media juga memiliki fungsi penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian dari pengawasan sosial terhadap berbagai program yang dilaksanakan.

“Kehadiran wartawan sering sekali membantu kami untuk mengedukasi masyarakat. Tujuan paling utama adalah bagaimana mengedukasi masyarakat dan juga sekaligus menjadi bagian dari mata masyarakat untuk mengawasi kerja-kerja kami,” jelasnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan antara dunia usaha dan media bukan semata-mata hubungan publikasi.

Wartawan adalah mitra dalam menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, membuka ruang komunikasi, sekaligus membantu memastikan berbagai program yang hadir di tengah masyarakat diketahui dan dipahami dengan baik.

Dalam situasi bencana, peran itu menjadi semakin penting.

Vonny; Saat Wartawan Mengabarkan Bencana, Mereka Juga Terdampak

Vonny menyebut, ketika masyarakat berada di pengungsian, wartawan datang untuk meliput.

Ketika bantuan belum tiba, wartawan memberitakannya.

Ketika ada warga yang kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar, wartawan berusaha mengangkat persoalan tersebut.

Ketika kondisi di lapangan membutuhkan perhatian pemerintah dan masyarakat luas, wartawan menjadi salah satu pihak yang menyampaikan informasi tersebut kepada publik.

Namun, tidak banyak yang bertanya apakah wartawan yang datang ke lokasi itu juga terdampak.

Tidak sedikit pewarta yang harus meninggalkan keluarga demi mengejar informasi. Ada yang bekerja dalam kondisi lelah, kurang tidur, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, bahkan bekerja dalam kondisi rumah dan keluarganya sendiri ikut terdampak gempa.

Disinilah Astra Group memahami bahwa kepedulian Astra menjadi berarti.

Bantuan kepada wartawan terdampak kata Vonny bukan berarti memberikan keistimewaan kepada pers. Ini adalah bentuk kepedulian kemanusiaan kepada individu yang kebetulan berprofesi sebagai wartawan.

Mereka juga korban. Mereka juga memiliki keluarga. Mereka juga memiliki kebutuhan dasar.

Dan yang tidak kalah penting, mereka tetap memilih bekerja ketika situasi belum sepenuhnya pulih.

Atas perhatian tersebut, ucapan terima kasih layak disampaikan kepada Astra Group melalui program Nurani Astra Berbagi.

Di tengah banyaknya perhatian yang tertuju kepada warga yang kehilangan rumah, berada di pengungsian atau membutuhkan bantuan, kata Vonny, Astra justru memilih melihat sisi lain yang sering terlupakan: para pewarta yang juga terdampak, tetapi tetap berdiri membawa suara masyarakat.

Bantuan ini tiada lain, sekaligus mengingatkan bahwa dalam situasi bencana, kita tidak boleh hanya melihat siapa yang diberitakan sebagai korban.

Kita juga perlu melihat siapa yang terus bekerja untuk memberitakan mereka.

Wartawan membantu masyarakat memperoleh informasi. Tetapi pada saat yang sama, wartawan juga membutuhkan dukungan, perhatian dan kepedulian ketika bencana ikut menyentuh kehidupan mereka.

Apa yang dilakukan Astra hari ini hemat Vonny, memberikan pesan sederhana namun penting, dimana kepedulian kemanusiaan seharusnya tidak mengenal profesi.

Kepedulian yang Diharapkan Menjadi Gerakan Bersama

Ia mengutarakan bahwa kepedulian Astra terhadap wartawan terdampak gempa diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi inspirasi bagi berbagai pihak.

“Pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat dapat melihat bahwa wartawan juga merupakan bagian dari ekosistem penanggulangan bencana,” kata Vonny.

“Mereka memang bukan petugas evakuasi. Mereka bukan tenaga medis. Mereka bukan relawan logistik. Tetapi wartawan membantu memastikan apa yang terjadi di lapangan diketahui publik,” ujar Vonny.

Ia menekankan bahwa dalam penanganan bencana, informasi yang benar juga merupakan bagian dari pertolongan.

Karena itu, kata Dia, ketika seorang wartawan terdampak bencana tetap memilih bekerja, yang seharusnya hadir bukan hanya tuntutan agar mereka terus memberitakan keadaan, tetapi juga kepedulian terhadap kondisi mereka.

“Hari ini, Astra telah menunjukkan bahwa wartawan tidak harus selalu dilihat sebagai orang yang datang untuk meliput korban. Wartawan juga bisa menjadi korban. Dan ketika mereka menjadi korban namun tetap bekerja untuk menyuarakan kondisi masyarakat, perhatian terhadap mereka bukanlah sebuah keistimewaan, melainkan bentuk penghargaan terhadap kemanusiaan dan profesi yang mereka jalankan,” ucapnya.

Ia sebagai pribadi pun berterima kasih kepada Asrta Group karena telah melihat mereka yang selama ini berdiri di belakang berita.

“Semoga kepedulian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap berita tentang bencana, ada pewarta yang juga sedang berjuang—dan mungkin, pada saat yang sama, sedang berjuang untuk keluarganya sendiri,” tutupnya.

Reporter : Faidin

Tinjau Langsung Pusat Gempa di Nagekeo, Presiden; “Rumah Rusak Segera Didata dan Dibantu Perbaikannya.”

NAGEKEO, Bajopos.com | Presiden Republik Indonesia menegaskan pemerintah akan segera melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meninjau langsung Posko Terpadu Penanganan Gempa di Lapangan Berdikari Danga, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Rabu, 26 Agustus 2026.

Di hadapan warga terdampak dan para pengungsi, Presiden memastikan negara hadir untuk membantu masyarakat melewati masa sulit pascagempa. Salah satu perhatian utama pemerintah adalah kondisi rumah warga yang rusak dan tidak dapat ditempati.

“Negara hadir di sini. Kita pastikan semua kebutuhan dasar saudara-saudara kita terpenuhi. Untuk rumah yang rusak akan segera kita data dan bantu perbaikannya,” tegas Presiden.

Pernyataan tersebut menjadi harapan baru bagi warga yang hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan akibat gempa.

Presiden menekankan bahwa pendataan menjadi langkah penting agar bantuan perbaikan rumah dapat diberikan secara tepat kepada masyarakat yang terdampak.

Selain persoalan rumah rusak, Presiden juga memastikan kebutuhan dasar warga di lokasi pengungsian menjadi perhatian pemerintah. Bantuan logistik, air bersih dan pelayanan kesehatan harus terus dipenuhi selama masyarakat masih berada di pengungsian.

Dalam kunjungannya, Presiden turut meninjau dapur umum, pos kesehatan dan gudang logistik di Lapangan Berdikari Danga. Ia menginstruksikan BNPB, Kementerian Sosial dan pemerintah daerah untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Presiden juga meminta agar proses pendataan kerusakan segera dilakukan sebagai bagian dari langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa.

Bagi warga Nagekeo yang rumahnya rusak, janji Presiden tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan tempat tinggal mereka akan mendapatkan penanganan pemerintah.

“Untuk rumah yang rusak akan segera kita data dan bantu perbaikannya,” menjadi salah satu pernyataan Presiden yang paling dinantikan warga terdampak gempa di Nagekeo.

Reporter : Yofan Ben Dhae

Tetap Mengabarkan, Astra Group Peduli Media, 30 Jurnalis di Sikka Terima Paket Sembako Pasca Gempa

SIKKA, Bajopos.com | Di tengah situasi sulit pascagempa bumi yang mengguncang Flores, para jurnalis di Kabupaten Sikka tetap berada di garis depan untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, cepat, dan berimbang.

Di tengah kondisi tersebut, Astra Group menunjukkan kepeduliannya terhadap insan pers dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada 30 jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Rabu (26/8/2026).

Bantuan tersebut disalurkan melalui Divisi Environmental and Social Responsibility (ESR) Astra Korporasi dalam program pilar kemanusiaan Nurani Astra Berbagi (Astra SOS).

Anggota AWAS Sikka Terima bantuan dari ASTRA Group.

Fasilitator Desa Sejahtera Astra Group, Vonny Francis, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus solidaritas Astra terhadap wartawan yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan berbagai program perusahaan kepada masyarakat.

“Astra Group menyadari bahwa wartawan itu adalah mitra kami dalam memublikasikan program-program yang Astra Group persembahkan untuk negeri ini melalui program Desa Sejahtera Astra,” ujar Vonny.

Menurutnya, peran wartawan tidak sebatas memberitakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memiliki posisi penting dalam mengedukasi masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial.

Kehadiran pers, kata Vonny, sangat membantu dalam memastikan berbagai program pemberdayaan dapat dipahami dan diawasi secara bersama-sama.

“Kehadiran wartawan sering sekali membantu kami untuk mengedukasi masyarakat. Tujuan paling utama adalah bagaimana mengedukasi masyarakat dan juga sekaligus menjadi bagian dari mata masyarakat untuk mengawasi kerja-kerja kami, sekaligus juga memberikan masukan dan pendidikan soal pemberdayaan masyarakat yang benar,” jelasnya.

Vonny juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran korporasi Astra Group, khususnya Divisi ESR, yang telah mendukung pelaksanaan program Nurani Astra Berbagi.

Ia menyebut sejumlah pihak yang turut mendukung program tersebut, di antaranya Pak Boy Kelana, Ibu Diah Suran Febrianti, dan Mbak Yulika.

Apresiasi AWAS

Ketua Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Mario WP Sina, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Astra Group serta Vonny Francis atas kepedulian yang diberikan kepada para jurnalis di tengah situasi pascabencana.

Menurut Mario, bantuan tersebut tidak sekadar bernilai secara materi, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi para wartawan yang tetap menjalankan tugas jurnalistik di tengah kondisi sulit.

“Bantuan paket sembako ini bukan hanya bernilai secara materi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi rekan-rekan media yang di tengah kondisi terdampak bencana tetap berusaha menjalankan tugas jurnalistik, menyampaikan informasi kepada masyarakat, serta mengawal perkembangan penanganan gempa di Kabupaten Sikka,” ungkap Mario.

Ia berharap perhatian Astra Group tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan para jurnalis sekaligus menjadi penyemangat bagi insan pers untuk terus menjalankan tugasnya secara profesional.

Bagi AWAS, perhatian tersebut juga menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, jurnalis bukan hanya berada di balik kamera atau komputer, tetapi ikut turun ke lapangan, menyaksikan langsung kondisi masyarakat, dan memastikan suara warga terdampak sampai kepada publik serta para pemangku kepentingan.

Sinergi antara dunia usaha dan insan pers tersebut diharapkan terus terjalin, terutama dalam mengawal proses pemulihan pascagempa, distribusi bantuan, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah Flores.

Di tengah upaya masyarakat untuk bangkit dari bencana, kepedulian semacam ini menjadi bagian penting dari semangat gotong royong—bahwa mereka yang terus bekerja menyuarakan kondisi korban bencana juga membutuhkan perhatian dan dukungan.

Reporter : Faidin

Badan Ta’mir Masjid Babuttaubah Gelar Maulid Nabi, Serukan Cinta dan Teladan Rasulullah

MALUKU TENGAH, Bajopos.com | Badan Ta’mir Masjid Babuttaubah Kampung Kodok, Kelurahan Ampera, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.

Kegiatan berlangsung di Jalan Pantai Ina Marina pada Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 20.15 WIT.

Tema yang diangkat dalam peringatan tersebut adalah “Meneladani Keteladanan Rasulullah sebagai Rahmatan lil ‘Alamin”.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh qari Abd. Azis Ismail Aloahiit Tehuayo, S.Pd.I, dilanjutkan ceramah oleh Drs. H. Djamaludin.

Abd. Azis Ismail Aloahiit Tehuayo, S.Pd.I, dalam keterangannya menyampaikan bahwa perayaan Maulid Nabi tahun ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami dan memaknai peran Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan risalah Islam bagi seluruh alam.

“Nabi Muhammad diutus sebagai rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga setempat menyambut kegiatan ini dengan antusias. “Makna perayaan Maulid ini merupakan wujud rasa cinta kita kepada Nabi,” tegas Azis.

Menurutnya, seni membaca Al-Qur’an di awal acara berfungsi menghidupkan suasana yang lebih religius sekaligus menjadi sarana syiar bagi umat.

“Pembacaan Al-Qur’an dimaksudkan agar pikiran dan hati jamaah lebih tenang serta siap menerima pesan-pesan Maulid yang akan disampaikan penceramah,” jelasnya.

Azis menjelaskan lebih lanjut bahwa bagi hati yang beriman, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an mampu memberikan ketenangan jiwa.

Hal ini terjadi karena setiap ayat yang dibaca dipahami maknanya, terutama ayat-ayat yang mengajarkan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk menjadikan Nabi sebagai teladan.

Al-Qur’an, lanjut Azis, menuntun umat Islam untuk meneladani akhlak Nabi, di antaranya kejujuran (siddiq), kesabaran (sabar), rendah hati (tawadhu), dan kasih sayang (ar-rahmah).

“Nilai yang bisa kita rasakan dari ayat Al-Qur’an adalah bahwa sejarah Nabi Muhammad SAW merupakan keteladanan bagi rahmatan lil ‘alamin,” tutupnya.

Kegiatan Maulid ini diharapkan semakin memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW sekaligus menjadi momentum untuk mengamalkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Ikbal Tehuayo

Jusuf Kalla Dijadwalkan Tiba di Maumere 28 Agustus, Tinjau Lokasi Pengungsian Korban Gempa

SIKKA, Bajopos.com | Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (JK), dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 28 Agustus 2026, untuk meninjau langsung lokasi pengungsian dan kondisi warga terdampak bencana gempa bumi di Maumere.

Agenda kunjungan tersebut diterima media ini dan merupakan bagian dari rangkaian perjalanan JK setelah menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Berdasarkan agenda yang diterima, JK dijadwalkan bertolak dari Bandara Juanda, Surabaya, menuju Maumere menggunakan penerbangan pada pukul 07.00 WIB. Pesawat dijadwalkan tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, Kabupaten Sikka, sekitar pukul 09.35 WITA.

Setibanya di Maumere, sekitar pukul 10.30 WITA, JK dijadwalkan melakukan peninjauan lokasi pengungsian korban bencana gempa bumi di wilayah Maumere dan sekitarnya.

Namun, dalam agenda yang diterima media ini, lokasi pengungsian yang akan dikunjungi masih belum dicantumkan secara spesifik.

Setelah peninjauan, JK dijadwalkan melaksanakan Salat Jumat pada pukul 11.45 WITA di salah satu masjid yang juga belum disebutkan dalam agenda tersebut.

Selanjutnya, sekitar pukul 14.00 WITA, JK dijadwalkan meninggalkan Maumere melalui Bandara Frans Seda menuju Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Pesawat dijadwalkan tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, sekitar pukul 14.35 WITA.

Di Labuan Bajo, rangkaian agenda JK akan dilanjutkan dengan peninjauan gudang logistik di Posko PMI pada pukul 15.00 WITA.

Satu jam kemudian, sekitar pukul 16.00 WITA, JK dijadwalkan meninjau lokasi kerusakan serta tempat pengungsian korban gempa bumi di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Setelah seluruh rangkaian kunjungan selesai, JK dijadwalkan bertolak dari Bandara Komodo menuju Jakarta pada pukul 17.30 WITA dan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 18.50 WIB.

Sebelum menuju NTT, JK terlebih dahulu dijadwalkan menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis malam, 27 Agustus 2026.

Dari Jakarta, JK dijadwalkan berangkat dari Bandara Halim pada pukul 15.00 WIB menuju Bandara Juanda, Surabaya, dan diperkirakan tiba sekitar pukul 16.30 WIB.

Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui jalur darat menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang. JK dijadwalkan tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB untuk menghadiri pembukaan Muktamar NU ke-35.

Usai kegiatan, JK dijadwalkan kembali menuju Surabaya dan beristirahat di Hotel Best Western De Papilio, Jalan Ahmad Yani, Wonocolo, Surabaya.

Kunjungan JK ke Maumere menjadi perhatian di tengah proses pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi Flores yang masih membutuhkan penanganan, terutama terkait kondisi pengungsian, kebutuhan dasar, serta dukungan pemulihan pascabencana.

Agenda yang diterima media ini masih mencantumkan beberapa lokasi dengan tanda titik-titik, sehingga lokasi pengungsian dan masjid yang akan dikunjungi JK di Kabupaten Sikka masih menunggu kepastian lebih lanjut.

Reporter : Faidin

Bupati Sikka Apresiasi Respons Cepat Menteri PU, Sejumlah Infrastruktur Rusak Gempa Segera di Assessment

SIKKA, Bajopos.com | Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo atas respons cepat pemerintah pusat dalam membantu penanganan dampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Sikka dalam rapat koordinasi bersama Menteri PU Dody Hanggodo, jajaran Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktur Perumahan, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPPK), Direktur Jalan dan Jembatan, Kepala Balai Jalan dan Jembatan, serta sejumlah pejabat Kementerian PU.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefenus Sumandi, S.Fil., anggota Forkopimda Kabupaten Sikka, para pejabat kementerian, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka. Kegiatan berlangsung di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik BPBD Kabupaten Sikka, Jalan Mawar, Perumnas Maumere, Minggu, 23/8/2026.

Bupati Juventus menyampaikan bahwa kehadiran langsung Menteri PU bersama jajaran kementerian menjadi bentuk nyata perhatian dan komitmen pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat Kabupaten Sikka pascagempa.

“Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum bersama seluruh jajaran yang telah merespons dengan cepat kebutuhan Kabupaten Sikka pascagempa. Kehadiran langsung di lapangan sangat berarti bagi pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Bupati Juventus.

Dalam rapat tersebut, Bupati Juventus mengatakan Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan berbagai kebutuhan penanganan pascabencana, mulai dari kerusakan gedung pemerintahan, fasilitas publik, sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, infrastruktur jalan hingga kebutuhan air bersih masyarakat.

Menteri PU merespons sejumlah usulan tersebut dan memastikan penanganan kerusakan infrastruktur yang menjadi kewenangan Kementerian PU akan dilakukan melalui skema dan program pemerintah yang tersedia, jelasnya.

Bupati Juventus juga menjelaskan untuk kebutuhan penanganan infrastruktur jalan daerah yang mengalami kerusakan, sejumlah pekerjaan akan diarahkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) yang pelaksanaannya ditargetkan dapat dilakukan pada tahun ini.
Sementara ruas jalan yang baru diusulkan Pemerintah Kabupaten Sikka sebagai dampak langsung kerusakan akibat gempa bumi tektonik akan diupayakan untuk masuk dalam usulan Inpres tahap kedua.

“Untuk ruas-ruas jalan yang sudah masuk dalam program akan ditindaklanjuti melalui IJD. Sedangkan ruas jalan yang baru diusulkan akibat kerusakan gempa akan diusulkan melalui Inpres tahap kedua,” jelasnya.

Selain persoalan jalan akibat gempa, perhatian juga diberikan terhadap kondisi lintas utara Flores, khususnya ruas Mbay–Maumere, yang mengalami kerusakan akibat abrasi.
Menteri PU mengarahkan agar kerusakan tersebut segera didata dan dilakukan assessment. Proses pendataan dan assessment akan dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi NTT dengan dukungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka.

“Untuk lintas utara Mbay–Maumere yang mengalami kerusakan akibat abrasi, akan dilakukan pendataan dan assessment oleh Balai Jalan dan Jembatan bersama Dinas PUPR Kabupaten Sikka,” kata Bupati Juventus.

Selain infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Palue juga menjadi salah satu perhatian penting dalam rapat tersebut.
Pemerintah akan menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk penerapan metode desalinasi dan teknologi Reverse Osmosis (RO) sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat Palue.

Menurut Bupati, kebutuhan air bersih merupakan salah satu persoalan strategis yang harus segera mendapatkan solusi, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan sumber air baku.

“Untuk air minum di Palue, akan dilakukan kerja sama dengan BRIN terkait metode desalinasi dan teknologi RO. Ini menjadi salah satu solusi yang sedang kita dorong agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera ditangani,” ujarnya.

Bupati Juventus juga menambahkan, selain sejumlah persoalan tersebut, berbagai usulan lain yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sikka juga mendapat perhatian dari Kementerian PU dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.

Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Sikka terus diperkuat sehingga proses assessment, perencanaan hingga pelaksanaan rehabilitasi dan pembangunan kembali infrastruktur terdampak gempa dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kita berharap seluruh proses ini dapat berjalan cepat. Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan infrastruktur yang rusak segera dipulihkan sehingga aktivitas pemerintahan, pelayanan publik dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal,” pungkas Bupati Sikka.

SIKKA, Bajopos.com | Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo atas respons cepat pemerintah pusat dalam membantu penanganan dampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Sikka dalam rapat koordinasi bersama Menteri PU Dody Hanggodo, jajaran Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktur Perumahan, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPPK), Direktur Jalan dan Jembatan, Kepala Balai Jalan dan Jembatan, serta sejumlah pejabat Kementerian PU.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefenus Sumandi, S.Fil., anggota Forkopimda Kabupaten Sikka, para pejabat kementerian, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka.

Kegiatan berlangsung di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik BPBD Kabupaten Sikka, Jalan Mawar, Perumnas Maumere, Minggu, 23/8/2026.

Bupati Juventus menyampaikan bahwa kehadiran langsung Menteri PU bersama jajaran kementerian menjadi bentuk nyata perhatian dan komitmen pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat Kabupaten Sikka pascagempa.

“Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum bersama seluruh jajaran yang telah merespons dengan cepat kebutuhan Kabupaten Sikka pascagempa. Kehadiran langsung di lapangan sangat berarti bagi pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Bupati Juventus.

Dalam rapat tersebut, Bupati Juventus mengatakan Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan berbagai kebutuhan penanganan pascabencana, mulai dari kerusakan gedung pemerintahan, fasilitas publik, sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, infrastruktur jalan hingga kebutuhan air bersih masyarakat.

Menteri PU merespons sejumlah usulan tersebut dan memastikan penanganan kerusakan infrastruktur yang menjadi kewenangan Kementerian PU akan dilakukan melalui skema dan program pemerintah yang tersedia, jelasnya.

Bupati Juventus juga menjelaskan untuk kebutuhan penanganan infrastruktur jalan daerah yang mengalami kerusakan, sejumlah pekerjaan akan diarahkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) yang pelaksanaannya ditargetkan dapat dilakukan pada tahun ini.

Sementara ruas jalan yang baru diusulkan Pemerintah Kabupaten Sikka sebagai dampak langsung kerusakan akibat gempa bumi tektonik akan diupayakan untuk masuk dalam usulan Inpres tahap kedua.

“Untuk ruas-ruas jalan yang sudah masuk dalam program akan ditindaklanjuti melalui IJD. Sedangkan ruas jalan yang baru diusulkan akibat kerusakan gempa akan diusulkan melalui Inpres tahap kedua,” jelasnya.

Selain persoalan jalan akibat gempa, perhatian juga diberikan terhadap kondisi lintas utara Flores, khususnya ruas Mbay–Maumere, yang mengalami kerusakan akibat abrasi.

Menteri PU mengarahkan agar kerusakan tersebut segera didata dan dilakukan assessment. Proses pendataan dan assessment akan dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi NTT dengan dukungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka.

“Untuk lintas utara Mbay–Maumere yang mengalami kerusakan akibat abrasi, akan dilakukan pendataan dan assessment oleh Balai Jalan dan Jembatan bersama Dinas PUPR Kabupaten Sikka,” kata Bupati Juventus.

Selain infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Palue juga menjadi salah satu perhatian penting dalam rapat tersebut.

Pemerintah akan menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk penerapan metode desalinasi dan teknologi Reverse Osmosis (RO) sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat Palue.

Menurut Bupati, kebutuhan air bersih merupakan salah satu persoalan strategis yang harus segera mendapatkan solusi, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan sumber air baku.

“Untuk air minum di Palue, akan dilakukan kerja sama dengan BRIN terkait metode desalinasi dan teknologi RO. Ini menjadi salah satu solusi yang sedang kita dorong agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera ditangani,” ujarnya.

Bupati Juventus juga menambahkan, selain sejumlah persoalan tersebut, berbagai usulan lain yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sikka juga mendapat perhatian dari Kementerian PU dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.

Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Sikka terus diperkuat sehingga proses assessment, perencanaan hingga pelaksanaan rehabilitasi dan pembangunan kembali infrastruktur terdampak gempa dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kita berharap seluruh proses ini dapat berjalan cepat. Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan infrastruktur yang rusak segera dipulihkan sehingga aktivitas pemerintahan, pelayanan publik dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal,” pungkas Bupati Sikka.

Reporter : Faidin

Tiga Tahun Menahan Sakit, Naufal Berharap Uluran Tangan Pemerintah

SIKKA, Bajopos.com | Di tengah hiruk-pikuk kehidupan di posko pengungsian Desa Nangahale, Kabupaten Sikka, sebuah kisah tentang seorang anak berusia tiga tahun bernama Naufal Aldani menyentuh hati.

Sejak lahir, Naufal harus berjuang menghadapi masalah serius pada saluran pencernaannya yang membuat dirinya kesulitan buang air besar (BAB).

Kondisi Naufal terungkap ketika Ibu Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena atau yang akrab disapa Ibu Asti Laka Lena, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, istri Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, mengunjungi Posko Pengungsian Desa Nangahale, Minggu (23/8/2026) siang.

Di tengah suasana pengungsian akibat gempa, perhatian kedua perempuan yang turut mendampingi masyarakat itu tertuju kepada Naufal yang saat itu berada dalam pelukan ibunya, Aida.

Menurut keterangan keluarga, Naufal mengalami kondisi bawaan sejak lahir yang menyebabkan dirinya tidak dapat BAB secara normal.

Keluarga menyebut Naufal pernah mengalami kondisi yang berkaitan dengan Hirschsprung dan dugaan atresia ani, sementara saat ini anak tersebut disebut memiliki lubang anus tetapi tetap mengalami kesulitan berat ketika BAB.

Untuk membantu mengeluarkan kotorannya, Naufal bahkan disebut harus menggunakan alat bantu melalui lubang anus. Kondisi tersebut membuat kehidupan Naufal dan keluarganya jauh dari kehidupan anak-anak seusianya.

Bagi seorang anak berusia tiga tahun, BAB yang seharusnya menjadi proses alami justru menjadi perjuangan yang harus dihadapi berulang kali.

Di balik tubuh kecil Naufal, ada perjuangan panjang yang belum selesai.

Aida, ibu Naufal, mengaku sangat berharap anaknya dapat menjalani operasi sehingga bisa memperoleh kesembuhan dan menjalani kehidupan sebagaimana anak-anak lainnya.

Namun, harapan itu terbentur kondisi ekonomi keluarga.

Aida bersama suaminya belum mampu membiayai penanganan medis yang dibutuhkan Naufal.

Kisah tersebut sontak mengundang keprihatinan Ibu Asti Laka Lena. Ia kemudian memanggil Kepala Desa Nangahale untuk memastikan kondisi yang dialami Naufal serta mengetahui lebih jauh situasi keluarga tersebut.

Sementara itu, Ny. Fista Sambuari Kago menyampaikan akan melakukan koordinasi bersama warga dan pihak terkait guna mencari solusi bagi penanganan Naufal.

Ia bahkan langsung meminta nomor telepon keluarga agar komunikasi dapat dilakukan dengan lebih mudah dalam upaya membantu penanganan medis anak tersebut.

Di hadapan Aida yang memangku Naufal, Ibu Asti dan Ny. Fista memberikan semangat.

Momen itu menjadi harapan baru bagi keluarga kecil tersebut yang selama tiga tahun menghadapi perjuangan panjang tanpa kepastian kapan anak mereka bisa mendapatkan penanganan yang layak.

Pemerintah Diharapkan Hadir

Kisah Naufal bukan sekadar cerita tentang seorang anak yang sakit. Ini adalah potret keluarga sederhana yang membutuhkan kehadiran negara ketika kemampuan ekonomi tidak mampu menjangkau biaya pengobatan.

Karena itu, pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi diharapkan tidak berhenti pada kunjungan dan pendataan.

Harapan terbesar keluarga Naufal adalah adanya tindakan nyata, mulai dari pemeriksaan medis menyeluruh, rujukan ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis anak atau bedah anak, hingga memastikan kebutuhan operasi dan perawatan lanjutan dapat dipenuhi.

Penanganan kondisi seperti Hirschsprung atau kelainan anorektal membutuhkan pemeriksaan dan penanganan oleh tenaga medis yang kompeten. Diagnosis pasti pun harus ditegakkan oleh dokter melalui pemeriksaan medis, bukan hanya berdasarkan dugaan keluarga.

Di tengah kondisi pengungsian, kebutuhan Naufal menjadi semakin mendesak. Anak itu membutuhkan perhatian khusus agar kondisi kesehatannya tidak semakin memburuk.

Naufal mungkin hanya seorang anak kecil dari sebuah keluarga sederhana di Nangahale.

Namun, perjuangannya mengingatkan bahwa di tengah bencana dan kesulitan hidup, masih ada anak-anak yang membutuhkan pertolongan untuk mendapatkan hak paling dasar: hidup sehat dan tumbuh sebagaimana anak-anak lainnya.

Kini, harapan itu tertuju kepada pemerintah dan semua pihak yang memiliki kepedulian.

Semoga kunjungan Ibu Asti Laka Lena dan Ny. Fista Sambuari Kago menjadi awal dari jalan panjang menuju kesembuhan Naufal.

Sebab, tidak seharusnya seorang anak berusia tiga tahun terus menanggung sakit hanya karena keluarganya tidak mampu membiayai pengobatan.

Reporter : Faidin

Semarak Kemerdekaan, Demokrat Berau Gelar Lomba Rakyat di Rinding

BERAU, Bajopos.com | Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, DPC Partai Demokrat Kabupaten Berau menggelar Lomba Rakyat di kawasan Rinding, Kabupaten Berau, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Beragam perlombaan rakyat digelar sebagai bentuk partisipasi Partai Demokrat dalam memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Berau, H. Syamsul Ma’aruf, S.Ag., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum untuk membangun kebersamaan dan semangat gotong royong.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat dapat bersama-sama merasakan semarak kemerdekaan. Yang paling penting adalah kebersamaan dan rasa persatuan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan Lomba Rakyat juga menjadi bentuk kepedulian Partai Demokrat untuk terus hadir dan berinteraksi langsung bersama masyarakat.

Suasana penuh kegembiraan nampak disepanjang kegiatan. Masyarakat antusias mengikuti perlombaan dan memberikan dukungan kepada para peserta.

DPC Partai Demokrat Berau berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui perlombaan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

Reporter : Andi

Dibalik Bayang-Bayang Planet Batam. Air Mata, Doa, dan Jeritan Ketidakadilan. Kenapa Harus Basri?

ALOR, Bajopos.com | 23 Agustus 2026 adalah dimana kisah ini bukan tentang 40.000 pil ekstasi, bukan pula tentang gemerlap lampu disko di Tempat Hiburan Malam (THM) Planet Batam yang kini disegel.

Ini adalah kisah tentang seorang manusia, Nimangela Basri Lewaimang, yang kini terperangkap di antara bayang-bayang kejahatan raksasa dan jeritan harapan ribuan orang.

Dua puluh tahun lalu, saat duka menyelimuti keluarga saya di Batam, Basri muncul sebagai malaikat. Ia membawa pulang jenazah orang tua saya ke Alor, NTT.

Di Alor, di keheningan kamar saya, dalam obrolan singkat kami, Basri menitipkan sebuah pesan filosofis yang sederhana namun mendalam.

“Nak, perbanyak minum air putih, dan jadilah seperti air putih. Tidak berharga, tapi sangat berarti bagi kehidupan,” ungkap seorang anak yang tak mau di sebut namanya saat di bantu oleh BL.

Sejak hari itu, Basri menjelma menjadi “air putih” bagi ribuan perantau asal NTT. Berkat uluran tangannya, kapal-kapal dari Alor ke Batam bukan lagi perjalanan penuh ketidakpastian, pelayaran itu menjelma menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih layak.

Tak terhitung berapa banyak pekerjaan yang didapat, rumah ibadah yang dibangun, dan air mata kesusahan yang dihapus oleh tangan dermawan Basri. Lima tahun terakhir ini, sosok yang pernah bergelut di dunia malam itu telah “insyaf,” memilih jalan sunyi dalam pengabdian agama.

Namun, kebaikan dan perubahan hidup Basri seakan runtuh dalam sekejap saat tim dari Jakarta menerobos masuk ke Planet Batam. Teriakan mereka bukan mencari bos sesungguhnya, Yuwanki (yang kini melenggang ke Singapura), mereka mencari satu nama: “Basri! Mana Basri?”

Ironi memukul telak. Basri, yang pada 10 Agustus 2026 tengah berada di Malaysia untuk pemeriksaan rutin kesehatan, seketika dicap sebagai DPO yang melarikan diri.

Pada 19 Agustus 2026 Basri ditahan oleh Interpol di Kuala Lumpur, dengan kesadaran penuh sebagai warga negara yang taat hukum, Basri justru kooperatif dan menyerahkan diri untuk diamankan ke KBRI Malaysia. Kini, ia mendekam di Jakarta, jauh dari keluarganya dan ribuan orang yang bergantung padanya.

Publik bertanya-tanya, adakah skenario teaterikal di balik ini? Bagaimana mungkin sindikat sebesar itu beroperasi tanpa terendus aparat selama bertahun-tahun, namun pelarian DPO ke luar negeri begitu mudah dideteksi?

Mengapa harus Basri yang diburu di tengah operasi yang penuh kejanggalan? Apakah penangkapan ini murni penegakan hukum, atau hanya rotasi bisnis hitam biasa yang menumbalkan orang baik demi mengamankan kepentingan elit dan oknum-oknum yang jatahnya macet?

Di Jakarta, Basri mungkin hanya seorang tersangka. Tapi di Batam dan Alor, ia adalah pilar penyangga kehidupan ribuan keluarga. Saat “air putih” itu kini dikurung di balik jeruji besi, ribuan orang di Batam ikut terancam kehilangan pekerjaan dan harapan.

Negara kini menghadapi ujian moral: apakah akan benar-benar memberantas duri dalam daging hingga ke akar-akarnya, ataukah hanya sebatas membersihkan panggung untuk pemain baru dengan menumbalkan seorang “dermawan” yang telah banyak memberi arti bagi kemanusiaan?

Keadilan untuk Basri bukan hanya tentang pembebasan satu orang, namun ini tentang menjaga secercah harapan bagi ribuan orang kecil yang hidup di bawah bayang-bayang kebijakan yang tebang pilih.

Reporter : Nursan
Editor : Faidin

Satgas Gempa Sikka Pastikan Bantuan untuk Pelajar Terdampak Gempa Sudah Disalurkan

SIKKA, Bajopos.com | Menyikapi berbagai aspirasi masyarakat di media sosial yang mengharapkan adanya bantuan bagi siswa-siswi SMA/SMK yang terdampak gempa bumi Flores, Satuan Tugas Penanganan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Sikka memastikan bahwa kebutuhan para peserta didik menjadi salah satu perhatian dalam penanganan dampak bencana.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa atau akrab disapa Femy Bapa menjelaskan bahwa bantuan bagi peserta didik terdampak telah mulai disalurkan sejak Jumat, 21 Agustus 2026 lalu.

Pernyataan Kasatgas Femy Bapa disampaikan usai misa khusus hari Minggu, 23/08/2026 di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka di jalan Mawar Perumnas Maumere.

Menurutnya, bantuan tidak hanya diberikan kepada siswa-siswi asal Kabupaten Sikka yang tinggal di tempat pengungsian, tetapi juga menyasar peserta didik yang saat ini tinggal di kos-kosan maupun menumpang di rumah keluarga akibat terdampak gempa.

“Sejak Jumat, 21 Agustus 2026, kami telah memberikan bantuan kepada siswa-siswi, baik yang berasal dari Kabupaten Sikka dan tinggal di kos-kosan maupun di rumah keluarga, maupun peserta didik yang berasal dari Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, serta Kabupaten Ende, Nagekeo dan Ngada,” jelas Femy Bapa.

Salah satu penyaluran bantuan dilakukan kepada peserta didik SMAS Katolik Santo Gabriel Maumere. Bantuan berupa perbekalan sembako diberikan kepada siswa-siswi yang keluarga atau orang tuanya terdampak gempa bumi Flores berkekuatan 7,7 SR pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Penyaluran bantuan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya pemerintah dan berbagai pihak untuk memastikan peserta didik yang terdampak bencana tetap mendapatkan dukungan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Femy Bapa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, mendukung serta mempermudah proses penyaluran bantuan kepada para peserta didik terdampak.

“Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah membantu, mendukung dan mempermudah proses penyaluran bantuan hari ini dengan caranya masing-masing. Nama-nama tersebut tidak dapat kami sebutkan satu per satu,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh bentuk bantuan dan dukungan yang diberikan berbagai pihak dapat meringankan beban para siswa dan keluarga yang sedang menghadapi musibah akibat gempa bumi.

“Semoga segala bentuk bantuan dan dukungan dari kita semua senantiasa meringankan beban dan musibah yang mereka alami. Semoga Tuhan senantiasa membalas semua budi dan kebaikan yang kita lakukan untuk meringankan beban sesama,” tuturnya.

Satgas Penanganan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Sikka juga terus melakukan koordinasi dan pendataan terhadap kelompok masyarakat terdampak, termasuk peserta didik, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.

Reporter : Faidin

Keluarga Korban HW Keberatan Proses Perdamaian: “Kami Tidak Pernah Dilibatkan”

SORONG, Bajopos.com | Keluarga HW, salah satu korban dugaan penganiayaan di Alun-Alun Aimas, Kabupaten Sorong, pada 1 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00 WIT, menyatakan keberatan atas proses perdamaian yang dilakukan tanpa melibatkan mereka.

Peristiwa itu dilaporkan ke Polres Sorong sehari kemudian, 2 Agustus 2026. Dalam kejadian tersebut, sejumlah orang diduga mengalami kekerasan. HW disebut mengalami luka cukup serius. Meski demikian, keluarga mengaku tidak pernah dimintai persetujuan maupun dilibatkan dalam proses perdamaian yang berlangsung pada 5 Agustus 2026.

“Kami tidak pernah dimintai persetujuan dan tidak pernah dilibatkan dalam proses perdamaian tersebut. Padahal HW adalah korban utama dalam peristiwa yang dilaporkan oleh istrinya,” ujar A. Wakano, saudara korban.

Wakano menegaskan bahwa keluarga tidak menolak upaya penyelesaian secara kekeluargaan. Yang dipersoalkan adalah prosesnya, keterlibatan korban dan keluarga, serta apakah perdamaian itu benar-benar dilakukan secara sukarela dan mewakili kepentingan seluruh korban.

Ia juga mempertanyakan apakah mekanisme tersebut telah memenuhi ketentuan Restoratif Justice sebagaimana diatur dalam hukum yang berlaku.

“Kami tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan penjelasan. Kami hanya ingin mengetahui bagaimana perkara yang menyangkut keluarga kami diselesaikan,” katanya, Minggu 23 Agustus 2026.

Keluarga HW berencana memberikan kuasa kepada penasihat hukum untuk meminta klarifikasi resmi kepada pihak terkait. Mereka ingin memperoleh kejelasan mengenai status laporan polisi, proses penanganan perkara, serta kedudukan hukum perdamaian yang dilakukan pada 5 Agustus 2026.

Mereka berharap persoalan ini dapat dijelaskan secara terbuka dan diselesaikan melalui mekanisme hukum yang menjamin hak korban, tanpa mengabaikan pihak yang tidak pernah dilibatkan dalam proses perdamaian tersebut.

Penulis : Ikbal Tehuayo

Ibu Gub NTT Minta Koperasi dan Perbankan Beri Relaksasi Pinjaman bagi Pengungsi Gempa Nangahale

SIKKA, Bajopos.com | Ibu Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ny. Mindriyati Astiningsih atau yang akrab disapa Asti Laka Lena, meminta lembaga keuangan, termasuk koperasi yang menerapkan sistem pinjaman harian, memberikan kelonggaran pembayaran kepada warga terdampak gempa bumi.

Permintaan tersebut disampaikan Ibu Asti saat mengunjungi posko pengungsian mandiri di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Minggu (23/8/2026).

Ibu Asti menilai masyarakat yang saat ini berada di pengungsian sedang menghadapi kondisi sulit dan membutuhkan ruang untuk memulihkan diri, keselamatan keluarga, serta kehidupan ekonominya.

Menurutnya, sejumlah lembaga keuangan dan perbankan pemerintah maupun lembaga keuangan besar telah memberikan kebijakan relaksasi kredit bagi masyarakat terdampak bencana.

Namun, ia menyoroti keberadaan koperasi yang menerapkan sistem pinjaman atau cicilan harian agar mengambil kebijakan serupa.

“Kalau dari lembaga keuangan atau perbankan pemerintah atau yang besar-besar memang sudah memberikan kebijakan untuk memberi kelonggaran, relaksasi untuk masyarakat, termasuk pengungsi yang sekarang sedang mengungsi, untuk sementara tidak membayar kreditnya dulu,” ujar Ibu Asti.

Ia kemudian meminta koperasi harian juga menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang sedang terdampak bencana.

“Tetapi yang koperasi harian ini saya minta, kami minta, dan ini sudah kita laporkan juga ke Pak Gubernur, ke Pak Bupati juga, untuk mereka juga mempunyai hati, mempunyai kebijakan yang sama,” tegasnya.

Jangan Kejar Pengungsi Bayar Pinjaman

Ibu Asti menegaskan, masyarakat yang sedang menghadapi masa kebencanaan seharusnya tidak dibebani lagi dengan tekanan pembayaran pinjaman.

Ia meminta para penagih memberikan kesempatan kepada warga untuk fokus pada keselamatan dan pemulihan kehidupan mereka.

“Semua sedang terdampak, sedang kesulitan. Jadi biarkan masyarakat bisa menjalani keprihatinan masa kebencanaan ini dengan tenang, dengan fokus pada keselamatan diri. Jangan kejar-kejar mereka,” katanya.

Bahkan, Ibu Asti meminta masyarakat melaporkan apabila ada pihak koperasi atau penagih yang tetap melakukan penagihan secara agresif kepada warga terdampak.

“Saya sudah minta, siapa yang kejar, tulis namanya, lapor ke Bapak Desa. Bapak Desa akan urus sampai dengan tingkat kabupaten,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila terdapat pihak yang tidak mengindahkan kondisi kemanusiaan tersebut, pemerintah dapat mengambil langkah lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengungsi Mandiri Jadi Perhatian

Dalam kunjungannya, Ibu Asti juga menyoroti kondisi pengungsi mandiri yang tersebar di berbagai lokasi. Menurutnya, kondisi geografis NTT menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau seluruh warga terdampak.

Ia menyebut pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten terus berupaya menjangkau masyarakat di enam kabupaten yang paling terdampak gempa.

“Kalau yang namanya pengungsian pasti masih dalam keterbatasan. Tapi saya pikir dari Bapak Desa, seluruh perangkat, kemudian relawan dan tenaga kesehatan juga sudah ada, sudah mengupayakan yang terbaik,” katanya.

Ibu Asti mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat di tengah keterbatasan. Menurutnya, kondisi sulit tidak boleh membuat ada warga yang terabaikan.

“Semua supaya tidak ada satu pun yang kemudian ditinggalkan. Semua makan, meskipun sedikit semua makan,” ujarnya.

Ia berharap kondisi kebencanaan segera berlalu sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dan memulihkan kehidupan ekonomi mereka.

Bantuan Harus Berbasis Data

Terkait warga yang mengungsi secara mandiri di rumah keluarga atau rumah warga lainnya, Ibu Asti menegaskan penyaluran bantuan harus tetap berbasis data.

Menurutnya, struktur pemerintahan hingga tingkat dusun, RT dan RW memiliki peran penting untuk mendata warga yang terdampak, termasuk mereka yang tidak tinggal di tenda atau posko tetapi belum mampu menjalankan aktivitas ekonomi secara normal.

“Semua kalau bekerja harus berdasarkan data. Jadi pasti kita lewat semua struktur yang ada, yang sudah ada,” jelasnya.

Ia mengatakan, warga yang tetap tinggal di rumah tetapi kehilangan kemampuan untuk beraktivitas dan memenuhi kebutuhan ekonomi juga harus masuk dalam pendataan.

“Kalau misalnya dia tahu ada warganya, ada yang masih mengungsi, maksudnya masih tetap tinggal di tempatnya, tetapi dia belum bisa beraktivitas, menjalankan aktivitas ekonominya, itu didata juga karena mereka kesulitan,” pungkasnya.

Reporter : Faidin

KPA Salurkan Bantuan Sembako untuk Komunitas Adat Soge Natarmage dan Goban Runut di Pengungsian Mandiri

SIKKA, Bajopos.com | Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menyalurkan bantuan sembako bagi komunitas masyarakat adat Soge Natarmage dan Goban Runut yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 dan kini masih bertahan di sejumlah titik pengungsian mandiri di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Perkumpulan Bantuan Hukum Nusa Tenggara (PBH-Nusra) pada Jumat, 21 Agustus 2026. Penyaluran menyasar warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian mandiri di titik Pedan, Utan Wair, Wairhek, dan Hitohalok.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa 1 ton beras, 30 dus mie Sedaap, enam ikat telur ayam atau dua papan, terpal, tikar, lampu energi, serta sejumlah kebutuhan lainnya.

Distribusi bantuan kepada warga terdampak turut dibantu para relawan yang tergabung dalam Gerakan Muda Reforma Agraria Sikka (GEMARA) di Nangahale.

Bantuan tersebut menjadi perhatian bagi warga yang memilih mengungsi secara mandiri setelah gempa kuat yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Selain menghadapi kebutuhan pangan, warga di sejumlah lokasi pengungsian mandiri juga masih mengalami dampak psikologis akibat gempa.

Aloysius Lose (64), warga Desa Natarmage, RT 09/RW 05, yang kini berdomisili di lokasi Perjuangan Nangahale, titik Pedan, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima.

Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang bertahan di pengungsian mandiri.

“Kami merasa bersyukur, karena masih ada pihak yang membantu kami di tempat pengungsian mandiri. Kami menyampaikan terima kasih banyak kepada KPA di Jakarta, KPA NTT dan PBH-Nusra yang menghantar bantuan sampai di sini,” tutur Lose.

Sementara itu, Piter Embu Gusi selaku koordinator pelaksana penyaluran bantuan logistik bencana bagi komunitas masyarakat adat Soge Natarmage dan Goban Runut berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.

“Semoga bantuan yang diberikan oleh KPA kepada warga terdampak gempa bumi yang saat ini sedang berdomisili di tenda pengungsian mandiri dapat membantu masyarakat dan kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat terpenuhi,” ujarnya.

Di sisi lain, warga pengungsian mandiri berharap pemerintah daerah tidak luput memperhatikan keberadaan mereka. Salah satunya disampaikan Mariani (35), warga Desa Nangahale yang ditemui di titik pengungsian mandiri Pedan.

Mariani mengatakan, warga telah bertahan selama sekitar satu minggu di lokasi tersebut dan berharap pemerintah segera memberikan perhatian serta bantuan.

“Kami berharap agar situasi ini segera berakhir dan kami bisa kembali ke rumah kami masing-masing dan mulai bekerja seperti biasa. Kami juga berharap agar pemerintah setempat bisa memperhatikan kami yang saat ini berada di tenda pengungsian mandiri,” katanya.

Menurut Mariani, hingga saat itu warga di titik Pedan belum menerima bantuan dari pemerintah.

“Sudah satu minggu kami tinggal di tenda pengungsian mandiri, khususnya di titik Pedan. Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.

Penyaluran bantuan KPA tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan warga di lokasi pengungsian mandiri masih menjadi perhatian berbagai pihak.

Warga berharap bantuan tidak hanya datang dari kelompok masyarakat sipil dan organisasi kemanusiaan, tetapi juga mendapat perhatian yang merata dari pemerintah selama masa tanggap darurat.

Reporter : MM

Kata Kades Masa Pengungsian Warga Nangahale Direncanakan Berakhir 5 Hari Lagi

SIKKA, Bajopos.com | Sejumlah warga terdampak gempa bumi yang mengungsi di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, mulai menunjukkan kesiapan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Namun, kepulangan tersebut tetap menunggu arahan dan keputusan dari pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kondisi keamanan serta perkembangan gempa susulan.

Salah seorang warga Desa Nangahale, Ririn (30), mengatakan dirinya bersama keluarga siap kembali ke rumah apabila pemerintah Kabupaten Sikka telah memberikan instruksi bahwa kondisi sudah dinyatakan aman.

Menurut Ririn, aktivitas gempa susulan dalam beberapa waktu terakhir mulai berkurang. Kondisi tersebut membuat sebagian warga merasa lebih tenang dan mulai mempertimbangkan untuk kembali menjalani aktivitas di rumah masing-masing.

“Kami siap kembali ke rumah kalau sudah ada instruksi dari pemerintah. Kalau pemerintah Kabupaten Sikka sudah memutuskan bahwa kami bisa kembali, saya bersama keluarga siap pulang,” ujar Ririn.

Ririn juga mengaku senang dengan perhatian pemerintah terhadap warga yang terdampak gempa, termasuk kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena (Asti Laka Lena), dan Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, ke camp pengungsian Nangahale.

Ia menilai kehadiran para pimpinan dan jajaran pemerintah di tengah warga pengungsi memberikan semangat dan rasa diperhatikan selama menjalani masa pengungsian.

“Kami merasa senang karena pemerintah peduli dan datang melihat langsung kondisi kami di pengungsian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, mengatakan masa pengungsian warga di lokasi tersebut direncanakan berlangsung hingga 28 Agustus 2026 atau lima hari lagi diakhiri.

Setelah itu, warga diharapkan dapat kembali ke rumah masing-masing, tentunya dengan tetap memperhatikan perkembangan situasi dan arahan pemerintah.

“Pengungsian ini direncanakan sampai tanggal 28 Agustus. Setelah itu warga akan kembali ke rumah masing-masing,” jelas Sahanudin.

Meski demikian, Sahanudin menyebutkan bahwa saat ini sudah terdapat sejumlah warga yang memilih tetap berada di rumah masing-masing.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mulai merasa kondisi di lingkungan tempat tinggalnya cukup memungkinkan untuk kembali beraktivitas, meskipun tetap diperlukan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

Pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah Kabupaten Sikka terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga serta perkembangan situasi pascagempa.

Rencana kepulangan warga nantinya tetap diharapkan dilakukan secara terkoordinasi dan berdasarkan hasil evaluasi kondisi lapangan, sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Bagi warga Nangahale, kepulangan ke rumah bukan sekadar meninggalkan camp pengungsian, tetapi juga menjadi harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal setelah menghadapi masa sulit akibat bencana gempa bumi.

Reporter : Faidin

Jejak Pihak Lain Dibalik Dugaan Persetubuhan Anak di Talibura, Polisi Diminta Telusuri Empat Orang di Lokasi Termasuk Pemilik Rumah

SIKKA, Bajopos.com | Penanganan kasus dugaan persetubuhan terhadap seorang anak perempuan berusia 15 tahun di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, tidak hanya menyisakan persoalan terkait terlapor berinisial MLI (19). Muncul keterangan mengenai keberadaan sejumlah orang lain di rumah yang disebut menjadi lokasi kejadian (TKP).

Keterangan tersebut perlu didalami penyidik untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh, termasuk siapa saja yang berada di lokasi, apa yang mereka ketahui, serta apakah ada pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan perkara.

Kasus tersebut dilaporkan ke SPKT Polres Sikka pada Rabu malam, 19 Agustus 2026. Polisi telah mengamankan MLI, meminta visum et repertum, serta memeriksa pelapor, korban dan sejumlah saksi.

Korban Sebut Ada Empat Orang di Rumah

Dalam keterangan yang diperoleh media ini, sebelum masuk ke kamar, korban disebut melihat empat orang laki-laki berada di rumah tersebut dan sedang mengonsumsi minuman keras (miras).

Keempat orang tersebut disebut berinisial F, T, J dan MLI.

Setelah berada di dalam kamar, MLI disebut mengajak korban melakukan hubungan badan. Korban disebut sempat menolak. Namun, MLI diduga memaksa dengan menarik pakaian korban dan menjanjikan akan bertanggung jawab apabila di kemudian hari korban hamil.

Keterangan tersebut merupakan versi korban melalui keluarga dan masih harus diuji melalui pemeriksaan penyidik serta alat bukti yang sah.

Empat Orang di Lokasi Perlu Diperiksa

Keberadaan F, T dan J di lokasi tidak serta-merta menunjukkan adanya keterlibatan mereka dalam tindak pidana.

Namun, apabila keterangan korban tersebut terkonfirmasi, ketiganya merupakan saksi potensial yang dapat membantu penyidik mengungkap apa yang terjadi sebelum, selama maupun setelah dugaan peristiwa tersebut.

Penyidik perlu menggali kapan mereka tiba di rumah, apa yang dilakukan, apakah mengetahui korban berada di rumah, serta apakah melihat atau mendengar sesuatu ketika korban berada di dalam kamar bersama MLI.

Pemeriksaan itu penting agar posisi masing-masing orang dapat diketahui secara objektif.

Pemilik Rumah Juga Perlu Dimintai Keterangan

Selain empat orang yang disebut berada di lokasi, penelusuran media ini juga memperoleh informasi mengenai rumah yang disebut menjadi lokasi kejadian dan dikaitkan dengan seseorang berinisial L sebagai pemilik rumah.

Posisi L menjadi penting untuk diklarifikasi apabila rumah tersebut memang merupakan tempat terjadinya peristiwa sebagaimana keterangan yang diperoleh.

Penyidik perlu memastikan apakah L berada di rumah saat kejadian, siapa yang menggunakan rumah tersebut, siapa saja yang datang dan pergi, serta apakah pemilik rumah mengetahui keberadaan korban.

Dengan demikian, pemeriksaan tidak hanya berhenti pada terlapor, tetapi juga dapat mengungkap konteks lokasi yang menjadi bagian penting dari perkara.

Ada Informasi Paman Korban Diarahkan ke Lokasi Lain

Penelusuran media ini juga menemukan informasi lain yang membutuhkan klarifikasi.

Pada malam kejadian, paman korban disebut mencari keberadaan korban. Dalam perjalanan, paman korban diduga bertemu seorang pria yang disebut sedang mengonsumsi minuman beralkohol.

Saat ditanya mengenai keberadaan korban, pria tersebut disebut memberikan petunjuk. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, arah yang diberikan diduga tidak menuju lokasi korban berada.

Informasi ini belum dapat dipastikan berkaitan dengan tindak pidana. Karena itu, perlu dikonfirmasi kepada paman korban, pria yang memberikan petunjuk dan saksi lain.

Jika ternyata terjadi kesalahpahaman, hal tersebut harus dibuktikan. Namun jika petunjuk tersebut sengaja diberikan untuk mengalihkan pencarian, penyidik tentu perlu mengetahui alasan dan konteksnya.

Polisi Diminta Mengurai Rangkaian Peristiwa

Dengan munculnya keterangan mengenai empat orang di rumah serta pemilik rumah yang disebut menjadi TKP, penyidik memiliki sejumlah hal yang perlu dipastikan.

Siapa yang pertama berada di rumah? Siapa yang membawa korban ke lokasi? Apakah F, T dan J mengetahui korban berada di rumah? Apa yang terjadi ketika korban berada di kamar bersama MLI? Siapa yang datang dan pergi dari rumah? Dan apakah pemilik rumah mengetahui kejadian tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan itu bukan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi untuk memastikan apakah mereka merupakan saksi atau memiliki keterkaitan lain yang relevan secara hukum.

Media ini menegaskan, berada di lokasi tidak berarti seseorang terlibat dalam tindak pidana. Status dan peran setiap orang harus ditentukan berdasarkan pemeriksaan serta alat bukti.

UPTD PPA Dampingi Korban

Di tengah proses hukum, UPTD PPA Kabupaten Sikka turut memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga.

Kepala UPTD PPA Kabupaten Sikka, Yani Yosepha, mengatakan pihaknya memberikan respons setelah keluarga korban menghubungi UPTD PPA.

Pendampingan mencakup edukasi kepada keluarga, dukungan psikologis awal, pendampingan pemeriksaan, serta bantuan terkait visum dan layanan kesehatan lainnya. Yani juga hadir secara langsung ketika laporan polisi dibuat.

Menunggu Pendalaman Polres Sikka

Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonard Tunga, sebelumnya membenarkan adanya laporan dugaan persetubuhan terhadap anak tersebut.

Polisi menyatakan telah menerima laporan, menerbitkan tanda bukti laporan, meminta visum et repertum, mengamankan terlapor dan memeriksa pelapor, korban serta sejumlah saksi. Polisi juga menegaskan proses hukum masih berjalan dan seluruh pihak harus mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Kini, publik menunggu apakah penyidik akan menelusuri lebih jauh keterangan mengenai empat orang yang disebut berada di lokasi, termasuk pemilik rumah yang disebut menjadi TKP.

Jika pemeriksaan membuktikan mereka hanya berada di lokasi dan tidak memiliki keterkaitan dengan tindak pidana, hal tersebut perlu dijelaskan secara terang.

Namun apabila ditemukan fakta lain yang memiliki relevansi hukum, maka fakta tersebut menjadi bagian penting dalam mengungkap perkara secara menyeluruh.

Untuk saat ini, seluruh informasi mengenai pihak lain tersebut masih merupakan keterangan yang membutuhkan verifikasi. Asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Reporter : Faidin

Diduga Setubuhi Anak 15 Tahun di Rumah L, Polisi Telusuri Peran Orang di Sekitar TKP

SIKKA, Bajopos.com | Penanganan kasus dugaan persetubuhan terhadap seorang anak perempuan berusia 15 tahun sebut saja Apel (bukan nama asli korban) di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, memasuki tahap penyelidikan yang lebih mendalam.

Selain mengusut dugaan perbuatan terlapor, polisi perlu menelusuri secara menyeluruh situasi di sekitar lokasi kejadian, termasuk keberadaan sejumlah orang yang diduga berada di lingkungan tempat kejadian perkara (TKP).

Perkara tersebut dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka pada Rabu malam, 19 Agustus 2026. Polisi menerima laporan dari seorang pria berusia 43 tahun yang berprofesi sebagai guru.

Seperti pemberitaan sejumlah media, Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonard Tunga, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar, kami menerima laporan terkait dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Laporan diterima pada 19 Agustus 2026,” ujar Leonard, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dalam laporan polisi, dugaan peristiwa itu disebut terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026 sekitar pukul 23.50 WITA di sebuah rumah di wilayah Talibura.

Terlapor disebut berinisial MLI, laki-laki berusia 19 tahun, warga Desa Nangahale, Kecamatan Talibura. Demi asas praduga tak bersalah dan perlindungan identitas, identitas lengkap terlapor maupun korban tidak ditampilkan dalam pemberitaan ini.

Berawal dari Komunikasi WhatsApp

Berdasarkan informasi dalam laporan, perkara bermula dari komunikasi antara terlapor dan korban melalui WhatsApp. Terlapor diduga mengajak korban bertemu di sekitar lingkungan SMK Negeri 1 Talibura.

Setelah bertemu, korban kemudian diduga diajak menuju sebuah rumah. Di lokasi tersebut, terlapor disebut membawa korban ke dalam kamar dan membujuk korban melakukan hubungan badan dengan alasan akan bertanggung jawab apabila korban hamil.

Korban disebut berada di lokasi hingga sekitar pukul 04.00 WITA pada Rabu, 19 Agustus 2026. Setelah itu, korban kembali ke rumah keluarganya.

Keluarga yang mengetahui keberadaan korban yang baru datang ke rumah kemudian meminta penjelasan. Korban selanjutnya menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarga hingga perkara tersebut dilaporkan kepada polisi.

UPTD PPA Dampingi Korban dan Keluarga

Dalam penanganan perkara yang melibatkan anak tersebut, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Sikka turut memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga.

Kepala UPTD PPA Kabupaten Sikka, Yani Yosepha, mengatakan pihaknya memberikan respons sejak keluarga korban menghubungi UPTD PPA.

Pendampingan dilakukan dengan tidak hanya berfokus pada proses hukum, tetapi juga memastikan korban dan keluarga memperoleh edukasi serta dukungan psikologis awal.

“Respon penanganan yang diberikan termasuk mendampingi kasus ini, termasuk saat membuat laporan polisi. Saya hadir secara langsung saat proses pembuatan laporan,” ujar Yani Yosepha.

Menurutnya, pendampingan yang diberikan UPTD PPA Kabupaten Sikka sejauh ini yaitu melakukan edukasi kepada keluarga korban yaitu memberikan pemahaman kepada keluarga mengenai langkah-langkah penanganan kasus serta pentingnya memberikan dukungan kepada korban.

Kemudian, pendampingan diberikan untuk membantu korban menghadapi kondisi psikologis setelah dugaan peristiwa tersebut.

Selanjutnya, pendampingan pemeriksaan dan biaya visum serta layanan kesehatan lainnya.

Kehadiran UPTD PPA menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan perkara tetap memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak, termasuk aspek perlindungan, kesehatan, psikologis dan pendampingan selama proses hukum berlangsung.

Polisi Sudah Amankan Terlapor

Polres Sikka menyatakan telah melakukan sejumlah langkah dalam penanganan perkara.

Polisi telah menerima laporan dan menerbitkan Tanda Bukti Laporan Nomor: STTLP/B/125/VIII/2026/SPKT/POLRES SIKKA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR.

Selain itu, polisi telah mengajukan permintaan visum et repertum, mengamankan terlapor, serta melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, korban dan sejumlah saksi.

“Langkah yang sudah dilakukan antara lain menerima laporan, membuat laporan polisi dan tanda bukti laporan, mengajukan permintaan visum et repertum, mengamankan terlapor, serta melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, korban dan saksi,” kata Leonard.

Polisi masih mengumpulkan keterangan serta bukti lain untuk memperjelas rangkaian peristiwa dan memastikan unsur pidana dalam perkara tersebut.

Leonard menegaskan proses hukum masih berjalan. Polisi juga mengingatkan agar seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Ada Informasi yang Perlu Didalami

Di luar kronologi yang tercantum dalam laporan polisi, penelusuran media ini memperoleh informasi mengenai sejumlah hal yang dinilai perlu diklarifikasi dan didalami penyidik.

Pada malam kejadian, korban sempat dicari oleh pamannya.

Dalam perjalanan mencari korban, sang paman disebut bertemu dengan seorang pria. Dari keterangan yang diperoleh media ini, pria tersebut diduga berada dalam kondisi mengonsumsi minuman beralkohol, yang disebut tercium dari bau mulutnya.

Ketika ditanya mengenai keberadaan korban, pria tersebut disebut memberikan petunjuk kepada sang paman. Namun, informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa arah yang diberikan diduga tidak menuju lokasi korban berada.

Dengan kata lain, terdapat dugaan bahwa pencarian terhadap korban justru diarahkan ke lokasi lain.

Informasi tersebut belum dapat dipastikan sebagai bagian dari rangkaian tindak pidana. Namun, apabila benar, fakta itu penting untuk diklarifikasi karena berkaitan dengan siapa saja yang mengetahui keberadaan korban pada malam kejadian.

Diduga Ada Kelompok di Sekitar Rumah

Penelusuran lanjutan media ini juga memperoleh informasi bahwa pria yang ditemui paman korban tersebut diduga berada dalam lingkaran sejumlah pria yang sedang mengonsumsi minuman keras di sebuah rumah milik seseorang berinisial L.

Rumah tersebut disebut-sebut sebagai lokasi yang diduga berkaitan dengan tempat terjadinya peristiwa yang kini sedang diselidiki polisi.

Informasi ini masih berupa keterangan yang perlu diverifikasi. Media ini tidak menuduh orang-orang yang berada di rumah tersebut terlibat dalam dugaan persetubuhan.

Namun, keberadaan mereka—jika benar berada di lokasi atau lingkungan sekitar TKP—merupakan fakta yang patut diklarifikasi penyidik.

Pertanyaan pentingnya bukan hanya siapa yang diduga melakukan perbuatan terhadap korban, tetapi juga siapa saja yang berada di lokasi pada malam kejadian dan siapa yang mengetahui korban berada di rumah tersebut.

Termasuk, mengapa paman korban disebut diarahkan ke lokasi lain ketika sedang mencari korban?

Siapa pemilik rumah yang diduga menjadi lokasi kejadian dan apa yang diketahuinya mengenai peristiwa tersebut?

Apakah terdapat komunikasi atau perencanaan sebelum korban dibawa ke lokasi?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk memastikan apakah perkara ini benar-benar hanya melibatkan dua orang atau terdapat fakta lain yang perlu diungkap.

Polisi Agar Tidak Berhenti pada Pemeriksaan Terlapor

Jika informasi mengenai keberadaan sejumlah orang di sekitar lokasi tersebut terbukti, pemeriksaan terhadap mereka menjadi bagian penting dalam membangun konstruksi perkara secara utuh.

Penyidik dapat menggali keterangan mengenai siapa yang berada di rumah, siapa yang datang dan pergi, komunikasi sebelum dan sesudah kejadian, serta apakah ada pihak yang mengetahui keberadaan korban.

Termasuk informasi mengenai pria yang diduga mengarahkan paman korban ke lokasi yang salah juga perlu dikonfirmasi secara objektif.

Jika pengalihan tersebut memang disengaja, penyidik perlu mengetahui motif dan konteks di balik tindakan tersebut.

Sebaliknya, jika ternyata hanya terjadi kesalahpahaman, hal itu juga harus dibuktikan berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti.

Media ini menegaskan, seluruh informasi tambahan tersebut masih merupakan dugaan dan hasil penelusuran awal yang membutuhkan konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait.

Tidak boleh ada pihak yang langsung dianggap terlibat hanya karena berada di sekitar TKP.

Mengungkap Seluruh Rangkaian

Kasus dugaan persetubuhan terhadap anak bukan hanya menyangkut pembuktian terhadap terlapor. Dalam proses penyidikan, setiap informasi yang berkaitan dengan kronologi, lokasi, komunikasi, saksi, serta orang-orang yang berada di sekitar TKP perlu diuji secara objektif.

Di sisi lain, pendampingan UPTD PPA Kabupaten Sikka menunjukkan bahwa penanganan perkara juga perlu memastikan korban mendapatkan perlindungan dan dukungan selama proses hukum berlangsung.

Karena itu, publik kini menunggu sejauh mana Polres Sikka mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa pada malam 18 Agustus hingga dini hari 19 Agustus 2026.

Apabila dalam penyidikan ditemukan adanya pihak lain yang mengetahui, membantu, merencanakan, menyembunyikan fakta, atau memiliki keterkaitan hukum dengan perkara tersebut, maka keterangannya menjadi bagian penting untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Sebaliknya, apabila pemeriksaan membuktikan bahwa tidak ada keterlibatan pihak lain, hal itu juga perlu dijelaskan secara terang agar tidak muncul tudingan tanpa dasar terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Untuk saat ini, proses hukum masih berjalan. Prinsip praduga tak bersalah tetap harus dijunjung sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Reporter : Faidin